Kasus Mengambang, SPPG Sumbergedang Pasuruan Tak Kunjung Beroperasi

Rizal Syatori • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:13 WIB
Ilustrasi SPPG
Ilustrasi SPPG

PANDAAN, Radar Bromo - Penyelidikan kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 14 pelajar SMAN 1 Pandaan, Rabu (22/7) lalu, hingga kini masih berjalan di tempat.

Setelah dua bulan bergulir, penanganan perkara tersebut masih dalam status penyelidikan (lidik) oleh Unit Reskrim Polsek Pandaan.

Penyidik Polsek Pandaan tercatat telah memeriksa sedikitnya sembilan orang saksi. Sembilan saksi tersebut terdiri atas enam orang dari pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Pasuruan Pandaan Sumbergedang, dua orang siswa, dan satu orang guru yang bertindak sebagai person in charge (PIC) program.

Selain memeriksa saksi, hasil uji laboratorium terhadap sampel menu makanan MBG yang diproduksi oleh SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang, juga sudah keluar. Berdasarkan hasil lab tersebut, sampel makanan dinyatakan negatif dari kandungan zat aditif berbahaya maupun kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli).

"Sampai dengan sekarang untuk penanganan kasusnya masih lidik, belum ada henti lidik," beber Kanit Reskrim Polsek Pandaan Ipda Firman Andhika.

Pihak kepolisian belum bisa mengambil keputusan, untuk menghentikan atau menaikkan status perkara. Saat ini, kepolisian masih harus menunggu instruksi dari tingkat polres sekaligus otoritas pusat.

Dampaknya, operasional dapur produksi program nasional tersebut terpaksa lumpuh total. Kepala SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang, Nur Kholis, membenarkan bahwa aktivitas di tempatnya mandek, sejak insiden dua bulan lalu terjadi.

"Sampai dengan saat ini, SPPG kami belum beroperasional kembali. Kami masih menunggu petunjuk resmi dari BGN," jelas Nur Kholis. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
SMPN 1 Pandaan Mbg SPPG pelajar keracunan