PANDAAN, Radar Bromo - Koleksi benda bersejarah di Museum Cunggrang, Kecamatan Pandaan, kini resmi bertambah.
Sepanjang tahun ini, museum yang mengoleksi lebih dari 300 benda purbakala tersebut, mendapatkan satu tambahan artefak baru yang bernilai tinggi, yakni sebuah arca Ganesha.
Koordinator Museum Cunggrang, Anang Hindarto, membenarkan adanya penambahan koleksi tunggal tersebut.
"Tahun ini hanya ada satu tambahan benda koleksi di Museum Cunggrang, yaitu berupa arca Ganesha," terangnya.
Anang menjelaskan, arca Ganesha tersebut awalnya ditemukan oleh warga di wilayah Kecamatan Bangil. Benda purbakala tersebut didapati tergeletak, di area halaman eks Kantor Kawedanan Bangil.
Kesadaran sejarah yang tinggi, membuat warga setempat langsung melaporkan dan menyerahkan temuan berharga ini kepada dinas terkait.
"Dari warga kemudian diserahkan secara resmi ke dinas, lalu diputuskan untuk ditempatkan dan dirawat di museum ini," jelas Anang.
Secara fisik, kondisi arca Ganesha baru ini terbilang cukup unik sekaligus menantang bagi para sejarawan.
Sebagian besar permukaan arca telah tertutup oleh laburan semen purba atau semen pelapis.
Struktur batu asli pembentuk arca, hanya menyisakan guratan dan terlihat jelas di bagian-bagian tertentu saja.
Meskipun tertutup lapisan semen, struktur dasar pahatan arca masih dapat dikenali dengan baik.
"Berdasarkan karakteristik pahatan dan ciri batunya, perkiraan awal arca Ganesha ini merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Singasari," urai Anang.
Kehadiran arca Ganesha ini, semakin memperkaya khazanah lini masa sejarah di dalam Museum Cunggrang.
Benda baru ini, kini bersanding dengan 300 lebih koleksi artefak lain seperti arca, keramik kuno, gerabah, tembikar, lingga, yoni, hingga aneka jenis keris pusaka yang dipajang rapi di ruang pamer lantai satu dan dua museum. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin