Debit Sumber Air Perumdam Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Menyusut 25 Persen

Rizal Syatori • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 11:11 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PANDAAN, Radar Bromo - Puncak musim kemarau yang tengah berlangsung saat ini, mulai berdampak pada penurunan pasokan air baku di Kabupaten Pasuruan.

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Giri Nawa Tirta mencatat, adanya penyusutan debit air di sejumlah sumber mata air hingga mencapai 25 persen.

Meski pasokan menyusut seperempat dari kapasitas normal, manajemen badan usaha milik daerah (BUMD) ini memastikan, distribusi air ke pelanggan masih berjalan normal.

Hingga saat ini, belum ada pemberlakuan sistem giliran aliran air, seperti yang sempat terjadi pada musim kemarau tahun lalu, di wilayah Kecamatan Gempol.

Kabag Operasional Perumdam Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan, Eko Christian, menjelaskan penurunan debit air ini murni disebabkan oleh faktor alamiah siklus kemarau.

Saat ini, Perumdam mengandalkan pasokan dari 23 sumber mata air dan dua sumur bor, untuk memenuhi kebutuhan sekitar 32 ribu pelanggan, yang tersebar di 17 unit pelayanan se-Kabupaten Pasuruan.

"Penyusutan debit airnya saat ini, berada di kisaran 25 persen. Namun kami pastikan, pelayanan kepada pelanggan masih tetap kondusif dan aman," terangnya.

Guna mengantisipasi dampak penyusutan yang lebih dalam dan menjaga stabilitas tekanan air ke rumah pelanggan, Perumdam Giri Nawa Tirta menerapkan langkah taktis berupa pembersihan berkala, pada mulut aliran mata air secara maksimal.

Selain itu, tim teknis di lapangan lebih fokus melakukan penelusuran jaringan distribusi utama, untuk mendeteksi dini potensi kebocoran pipa.

Serta mempercepat waktu penanganan perbaikan, jika ditemukan adanya kerusakan di jalur pipa distribusi. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
krisis air debit air pipanisasi PDAM Perumdam