PRIGEN, Radar Bromo - Kebakaran di hutan kawasan Tahura R. Soerjo memasuki hari ketujuh. Hingga Senin (25/8) titik api masih terlihat di lereng Gunung Arjuno. Api berada dua titik di blok Ogal Agil yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Upaya pemadaman masih dilakukan melalui jalur udara dengan water bombing. Dengan menggunakan helikopter via Kaliandra, pemadaman berlangsung dari pagi hingga siang hari.
"Titik api di Gunung Kembar Dua sudah padam. Tersisa dan masih ada dua titik di blok Ogal Agil, lereng Gunung Arjuno," beber Bagio, tenaga ahli dari BPBD Provinsi Jatim ditemui Jawa Pos Radar Bromo.
Kata Bagio, titik api yang tersisa berada di tebing lereng gunung. Medannya curam dan terjal. Bedanya, di hari sebelumnya api naik menuju ke puncak gunung. Namun kinidari puncak gunung menuju ke bawah atau arah ke timur.
"Karena berada di medan yang sulit, pemadaman titik apinya dilakukan dengan memaskimalkan water bombing," tegasnya.
Dari pantauan koran ini, water bombing menggunakan helikopter airbus. Sejak pagi hingga siang hari, helikopter sudah delapan kali melakukan pemadaman. Sekali penyiraman, helikopter membawa air hingga 1.000 liter.
Semua pengambilan air untuk water bombing dari kolam Kaliandra yang berlokasi di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.
"Water bombing untuk hari (kemarin, red) ini tetap difokuskan dari Kaliandra semua. Karena jaraknya lebih dekat dan ketersediaan air," ungkapnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Provinsi Jatim Gatot Soebroto saat ditemui ketika saat datang ke Posko Karhutla Arjuno - Welirang, di Kaliandra menyebut, pemadaman dengan water bombing dilakukan sampai api dipastikan padam. "Sempat padam kemudian muncul lagi. Pemadaman via udara menggunakan helikopter terus dilakukan. Tentunya dengan melihat kondisi cuaca, karena di Arjuno mudah berubah-ubah," tuturnya.
Untuk pemadaman via jalur udara dengan water bombing, pembiayaannya dana dari Pemprov Jatim.
Personel Masih Standby
SEMENTARA itu, untuk puluhan personel melakukan pemadaman kebakaran hutan di kawasan Tahura R. Soerjo via jalur darat sampai kemarin tetap bertahan. Personel masih standby di gunung. Mereka berangkat via jalur Tretes, Putuk Elang dan Sumber Brantas.
Para personel ini terdiri dari polisi hutan (polhut), Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dari sejumlah desa berasal dari wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu.
"Pemadaman via jalur darat tetap ada. Sekitar 30 orang personel gabungan masih camp atau standby di gunung," jelas Kabid Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekosistem Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Purnomo Probo Nugroho.
Puluhan personel yang masih bertahan, logistiknya disuplai dari Posko Karhutla Arjuno - Welirang di Sumber Brantas, Kota Batu dan Lapangan Kaliandra, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
"Fokusnya membantu proses pemadaman via darat, sekaligus juga memastikan keberadaan bara api pasca kebakaran benar-benar padam," ungkapnya.
Kalau kemudian medannya sulit, berada di lereng dan tebing. Tidak bisa dijangkau dengan pemadaman jalur darat, pemadamannya dimaksimalkan dengan water bombing katanya.
Ditanya luas lahan yang terbakar selama sekitar sepekan terakhir kebakaran hutan kawasan Tahura R. Soerjo, pihaknya belum bisa menyebutkan sekaligus menyampaikan terkait itu.
"Belum bisa kami hitung. Bisa dihitung setelah betul-betul padam total. Kami evaluasi, gunakan drone dan pemetaan," tuturnya.
“Untuk luas lahan yang terbakar, yang tercatat per Jumat (21/8) mencapai 146,85 hektare,” tandasnya. (zal/fun)
Baca Juga: Intenskan Water Bombing untuk Padamkan Api di Arjuno-Welirang, Kawasan Terbakar Capai 146,85 Ha
Editor : Moch Vikry Romadhoni