Helikopter yang Digunakan untuk Padamkan Kebakaran di Tahura R Soerjo Terkendala Cuaca

Rizal Syatori • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:19 WIB
STANDBY: Helikopter BPBD Pemprov Jatim di lapangan Kaliandra, disiagakan untuk water bombing. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
STANDBY: Helikopter BPBD Pemprov Jatim di lapangan Kaliandra, disiagakan untuk water bombing. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

PRIGEN, Radar Bromo-Selain melalui jalur darat, pemadaman juga diupayakan lewat udara. BPBD Pemprov Jatim menggeser satu unit helikopter yang sebelumnya stand by di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, menuju Prigen.

Pada Kamis pagi, helikopter jenis Airbus tersebut melakukan pemantauan udara di kawasan Tahura R. Soerjo. Dari pemantauan itu, ditemukan sekitar 3-4 titik api di Lapangan Kotak dan Lengkehan.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Kawasan Tahura Raden Soerjo Belum Padam: Titik Api Masih Ada di Blok Lengkehan

Bagio, tenaga ahli BPBD Provinsi Jatim mengatakan, titik api berada di medan terjal dan curam. Juga tertutup kabut dan awan tebal.

"Titik apinya berada di medan terjal dan curam, di ketinggian antara 2.500 sampai 2.700 meter," ungkapnya.

Helikopter kemudian stand by di Lapangan Kaliandra, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, hingga menjelang sore. Namun upaya water bombing untuk memadamkan api oleh helikopter belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca tidak mendukung.

"Pemadaman dengan helikopter tidak bisa dilakukan hari ini karena terkendala cuaca. Tertutup awan dan visibility rendah," ucap Capt. Aidil Fitra, pilot helikopter yang ditemui Jawa Pos Radar Bromo di Lapangan Kaliandra.

Karena cuaca masih kurang mendukung, helikopter akhirnya kembali ke Lanud Abdurahman Saleh di Malang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi mengatakan, pemadaman saat ini masih difokuskan melalui jalur darat pada titik api yang tersisa.

"Fokus tim saat ini melakukan pemadaman via jalur darat, di titik api yang masih ada. Mudah-mudahan segera tertanggani dan padam," ujarnya.

Terkait luas lahan yang terbakar dan penyebab kebakaran, Jumadi menyatakan pihaknya masih melakukan evaluasi dan pendataan.

"Terkait itu masih dievaluasi dan didata, fokus kami saat ini konsentrasi ke upaya pemadaman dulu ya," cetusnya. (zal/fun)

Editor : Fandi Armanto
karhutla kebakaran hutan pasuruan jalur pendakian arjuno-welirang prigen