Tepergok Bawa Kabur Tas Perempuan yang Pingsan di Kepulungan Gempol Pasuruan: Arek Pati Dimassa, Berakhir Damai

Rizal Syatori • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:06 WIB

 Ilustrasi restorative justice

Ilustrasi restorative justice

GEMPOL, Radar Bromo-AS hanya bisa pasrah saat warga di Kepulungan, Gempol, Kabupaten Pasuruan menghajarnya. Pemuda 23 tahun asal Pati, Jawa Tengah, ini menjadi sansak hidup warga lantaran terpergok mencuri tas Senin (17/8) malam.

Akibat dimassa, wajah AS tak lagi mulus. Pemuda yang seharinya menggelandang ini juga mengalami luka lebam di tubuhnya. Warga emosi saat AS tepergok mencuri tas milik FKF, 36, perempuan asal Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Peristiwa tersebut terjadi Senin (17/8) sekitar pukul 21.00. Lokasinya di tepi jalan nasional ruas Surabaya-Malang, Dusun Archopodo, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol.

Informasi dihimpun dari Unitreskrim Polsek Gempol, malam itu korban mengendarai motor sendirian.

Motor korban kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan diparkir di depan minimarket. Korban FKF saat itu berjalan kaki untuk mencari BBM eceran.

Sesampainya di depan toko kelontong, korban pingsan. Saat itulah tas milik FKF diambil AS yang saat itu sedang lewat di depan toko kelontong.

"Saat tas korban diambil oleh terduga pelaku (AS, red), ternyata diketahui warga lainnya. Secepatnya warga melakukan pengejaran dan tak lama berselang berhasil mengamankannya," jelas Kanitreskrim Polsek Gempol Aiptu Heri Susanto.

Baca Juga: Curi Honda Beat di Purwodadi Pasuruan, Warga Kejayan Dimassa, Polisi Buru Satu Pelaku yang Kabur

Setelah berhasil diamankan warga setempat, AS sempat menjadi sasaran amuk massa.

Tak lama berselang, petugas dari Polsek Gempol datang. Setibanya di TKP, mengamankan dan membawa AS ke Mapolsek Gempol. Termasuk FKF yang malam itu juga ikut serta datang ke polsek setempat.

Sesampainya di Mapolsek Gempol, korban datang dengan ditemani sejumlah saudaranya.

Korban memutuskan tidak menuntut dan juga tidak melaporkan insiden tersebut ke polisi. Alasannya, karena barang miliknya yang ada di dalam tas tidak ada yang hilang. Korban juga memaafkan AS.

"Perkaranya diselesaikan kekeluargaan di polsek. Terduga pelaku meminta maaf kepada korban dan telah membuat surat pernyataan. Sedangkan korban bersedia memaafkan dan tidak mau melaporkan," ungkapnya.

Setelah perkaranya selesai melalui proses kekeluargaan, korban maupun terduga pelakunya diserahkan kembali ke keluarga masing-masing. (zal/fun)

         

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan dimassa pingsan gempol pati