Pemuda Asal Pati Jawa Tengah Ini Babak Belur Dimassa karena Tepergok Bawa Kabur Tas Wanita yang Sedang Pingsan di Gempol

Rizal Syatori • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:13 WIB
BONYOK: AS, warga asal Pati, Jateng yang babak belur dimassa usai tepergok membawa kabur tas. (Foto: Polsek Gempol for Jawa Pos Radar Bromo)
BONYOK: AS, warga asal Pati, Jateng yang babak belur dimassa usai tepergok membawa kabur tas. (Foto: Polsek Gempol for Jawa Pos Radar Bromo)

 

GEMPOL, Radar Bromo-Wajah AS tak lagi mulus. Sebabnya, pemuda 23 tahun asal Pati Jateng ini dihajar saat warga Kepulungan, Gempol, Senin (17/8) malam.

Dia menjadi sansak hidup lantaran terpergok mencuri tas milik seorang perempuan yang sedang pingsan. AS yang seharinya menggelandang ini juga mengalami luka lebam di tubuhnya.

Warga menghakiminya karena emosi saat mengetahui AS mencuri  tas milik FKF, 36, korban, perempuan, asal Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Peristiwa tersebut terjadi Senin (17/8) sekitar pukul 21.00. Lokasinya di tepi jalan nasional ruas Surabaya - Malang, Dusun Archopodo, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol.

Informasi dihimpun radarbromo.jawapos.com dari Unitreskrim Polsek Gempol, malam itu korban mengendarai motor sendirian.

Motor korban kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan diparkir di depan minimarket. FKF saat itu berjalan kaki untuk mencari BBM eceran.

Sesampainya di depan toko kelontong, korban pingsan. Saat itulah tas milik FKF diambil AS yang saat itu sedang lewat  di depan toko kelontong.

"Saat tas korban diambil oleh terduga pelaku (AS, red), ternyata diketahui warga lainnya. Secepatnya warga melakukan pengejaran dan tak lama berselang berhasil mengamankannya," jelas Kanitreskrim Polsek Gempol Aiptu. Heri Susanto.

Setelah berhasil diamankan warga setempat, AS sempat menjadi sasaran amuk massa. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Gempol datang. Setibanya di TKP, mengamankan dan membawa AS ke Mapolsek Gempol. Termasuk FKF yang malam itu juga ikut serta datang ke polsek setempat.           

Sesampainya di Mapolsek Gempol, korban datang dengan ditemani sejumlah saudaranya.

Korban memutuskan tidak menuntut dan juga tidak melaporkan insiden tersebut ke polisi. Alasannya, karena barang miliknya yang ada di dalam tas tidak ada yang hilang. Korban juga memaafkan AS.

"Perkaranya diselesaikan kekeluargaan di polsek. Terduga pelaku meminta maaf kepada korban dan telah membuat surat pernyataan. Sedangkan korban bersedia memaafkan dan tidak mau melaporkan," ungkapnya.

Setelah perkaranya selesai melalui proses kekeluargaan, korban maupun terduga pelakunya diserahkan kembali ke keluarga masing-masing. (zal/fun)

Editor : Fandi Armanto
babak belur dihakimi massa kepulungan dimassa gempol