PANDAAN, Radar Bromo – Nasib memilukan menimpa Ama'udin Ramadhan, 40. Pria asal Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto itu mengembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban kecelakaan beruntun di jalan nasional ruas Surabaya-Malang, tepat di depan PT Yanmar, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan.
Kejadian itu berlangsung Sabtu sore (15/8) sekitar pukul 17.00. Peristiwa bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter bernopol S 4384 PC, melaju sendirian dari arah utara menuju ke selatan.
Sesampainya di lokasi kejadian, motor korban mendadak menabrak bagian belakang sebuah truk, yang berjalan searah di depannya.
Bukannya berhenti untuk menolong, sopir truk yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu, langsung tancap gas.
"Di TKP, motor dikendarai korban lebih dulu menabrak truk dari belakang. Truknya kemudian kabur, sedangkan korban terjatuh ke sebelah kiri dan langsung tertabrak motor lainnya dari belakang yang berjalan searah," ujar anggota Unit Lantas Polsek Pandaan Aipda Imam.
Nahas, saat tubuh korban terempas ke aspal, dari arah belakang meluncur sepeda motor Suzuki Satria bernopol N 5613 ID, yang dikendarai oleh Frenky Dwi Susanto, 46, warga Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan kedua tidak dapat terhindarkan.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian dada serta luka lecet pada kaki kanannya. Warga dan petugas segera mengevakuasi korban ke RS Asih Abyakta, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol.
Namun, akibat luka dalam yang cukup parah, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan saat menjalani perawatan medis. Jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Watukosek, untuk kepentingan visum.
Saat ini, kedua sepeda motor yang terlibat dalam insiden maut tersebut, telah diamankan di Poslantas Polsek Pandaan dalam kondisi rusak. Pihak kepolisian pun masih memburu keberadaan truk misterius yang kabur.
"Kasus lakanya masih dalam lidik dan kini ditangani sepenuhnya oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan," jelas Imam. (zal/one)
Editor : Muhammad Fahmi