SUKOREJO, Radar Bromo –Pengamanan di wilayah Sukorejo dan Pandaan, Kabupaten Pasuruan masih diperketat, sehari setelah kericuhan massa yang berujung pada perusakan dan pembakaran kendaraan polisi.
Polres Pasuruan menyiagakan satu SST Brimob di tiga titik hingga situasi dinilai benar-benar kondusif.
Personel Brimob tersebut berasal dari Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim di Porong, Kabupaten Sidoarjo. Mereka disebar dan standby di Mapolsek Sukorejo, Mapolsek Pandaan, dan Mapolres Pasuruan.
“Personel Brimob kami datangkan dari Porong, Sidoarjo. Mereka membantu kami back up keamanan wilayah,” kata Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono.
Di masing-masing titik ditempatkan satu SST dengan kekuatan sekitar 25 personel atau lebih. Pengamanan tersebut dilakukan sejak Selasa (11/8) dan akan berlangsung beberapa hari ke depan.
“Personel Brimob akan standby dan siaga sampai beberapa hari ke depan, hingga situasinya benar-benar kondusif,” tuturnya.
Di sisi lain, aktivitas Polsek Sukorejo tetap berjalan meski dua mobil patrolinya rusak akibat kericuhan. Satu mobil patroli bahkan ludes terbakar. Kedua kendaraan tersebut kini telah diamankan di Mapolres Pasuruan.
Petugas Polsek Sukorejo tetap patrol kemarin (12/8). Namun untuk sementara, patroli harian Polsek Sukorejo dilakukan menggunakan motor dinas.
“Rutinitas patroli tetap dilakukan Polsek Sukorejo. Saat ini, untuk sementara menggunakan motor dinas dulu,” kata Harto.
Polres Pasuruan belum menyiapkan pengganti mobil patroli dari polres, maupun polsek jajaran.
Polisi memilih untuk memaksimalkan kendaraan yang tersedia sambil menunggu proses perbaikan kendaraan yang rusak.
“Kami memaksimalkan kendaraan yang ada dulu, sambil menunggu proses perbaikan kembali mobil patrolinya,” ucapnya.
Di sisi lain, pelayanan masyarakat di Mapolsek Sukorejo dipastikan tidak terganggu akibat kericuhan.
Seluruh layanan tetap berjalan seperti biasa. “Pelayanan masyarakat tidak berdampak, tetap seperti biasa,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, penyerangan dan perusakan terjadi di dekat Mapolsek Sukorejo, Selasa (11/8) dini hari.
Ratusan massa merusak dan membakar tiga kendaraan milik polisi lantaran emosi tak bisa masuk ke Polsek Sukorejo untuk menyerang supporter yang baru pulang konvoi dari Malang.
Tiga kendaraan itu masing-masing dua mobil patroli dari Polsek Sukorejo dan satu truk dari Polres Pasuruan.
Dari dua mobil patroli Polsek Sukorejo tersebut, satu di antarannya ludes dibakar.
Aksi massa yang beringas itu terjadi imbas dari gesekan yang diduga dari oknum suporter yang hendak berangkat konvoi menuju Malang pada Senin (10/8) malam. Gesekan itu lalu memicu massa pada Selasa (11/8) dini hari.
Tak hanya terjadi di sekitar Polsek Sukorejo. Sekitar pukul 03.30, Poslantas Taman Dayu di exit Tol Pandaan, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, dirusak dan diserang massa yang diduga dari kelompok yang sama. Massa baru berhenti saat memasuki pukul 05.00.
Massa yang beringas juga menimbulkan korban luka-luka dari pihak sipil. Polisi mencatat, ada enam korban yang mengalami luka-luka.
Keenam korban yang mendapat perawatan medis di IGD Puskesmas Pandaan adalah pengguna jalan. Masing-masing pengendara dan penumpang motor yang dibonceng. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi