Kronologi Aksi Massa Menghadang Suporter usai Pulang Konvoi di Sukorejo Berujung Ricuh, Dipicu Insiden saat Berangkat

Rizal Syatori • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:43 WIB

 MEMBARA: Mobil patroli dual cabin Mitsubishi Strata Triton milik Polsek Sukorejo yang dibakar massa pada Selasa (11/8) dini hari. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

MEMBARA: Mobil patroli dual cabin Mitsubishi Strata Triton milik Polsek Sukorejo yang dibakar massa pada Selasa (11/8) dini hari. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

UKOREJO, Radar Bromo-Aksi penghadangan sekolompok oknum suporter di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan usai mengikuti konvoi di Malang ternyata merupakan rentetan dari insiden sebelumnya.

Yakni saat rombongan oknum suporter itu hendak berangkat mengikuti konvoi di Malang.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Bromo, Senin (10/8) sekitar pukul 20.00, ada rombongan suporter yang jumlahnya mencapai ratusan.

Mereka menggunakan atribut Arema. Mereka diduga berasal dari wilayah Sidoarjo, Gempol, Pandaan, dan sekitarnya. Malam itu mereka berkumpul di halaman Kantor Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Rencananya, mereka akan melakukan konvoi perjalanan menuju Malang dengan mengendarai motor. Kabarnya, konvoi itu untuk menyemarakkan ulang tahun klub Arema.

Namun saat melintas di Kota Pandaan, tepatnya Jalan RA. Kartini, Pandaan, terjadi gesekan dengan sejumlah warga. 

Beberapa kelompok suporter yang melakukan konvoi tersebut sempat turun dari motor dan melakukan pengejaran.

Baca Juga: Pulang Konvoi dari Malang, Oknum Suporter Dihadang Massa di Sukorejo: Diamankan di Polsek, 1 Mobil Patroli Dibakar, 2 Dirusak

"Rombongan konvoi ada yang turun dan langsung mengejar warga, warga langsung lari masuk ke gang menuju kampung. Harusnya rombongan konvoinya tidak lewat kota, tapi lewat bypass, lebih aman untuk menghindari gesekan," ucap salah seorang warga, saat ditemui di Jalan RA. Kartini, Pandaan.

Gesekan tersebut tidak berlangsung lama. Konvoi salah satu kelompok tersebut berjalan menuju ke selatan dengan mendapat pengawalan petugas.

Mereka akhirnya bisa melanjutkan perjalanan menuju Malang. Tapi rupanya insiden di Jalan RA Kartini bak api dalam sekam.

Ada yang menyimpan dendam dan ingin mencegat rombongan konvoi suporter. Mereka menyusun siasat untuk melakukan penghadangan.

Benar saja, pada Selasa dini hari, ada sejumlah massa yang mencoba menghadang kepulangan rombongan konvoi suporter.

Mereka juga mengendarai motor dan berboncengan, namun tanpa menggunakan atribut dari arah utara, arah Surabaya atau Pandaan.

Diduga merekalah yang berusaha menghadang rombongan kelompok lainnya pulang dari kegiatan di Malang.

Upaya penghadangan itu sebenarnya sudah diantisipasi polisi. "Kemudian anggota Polres Pasuruan dan Polsek Sukorejo serta polsek jajaran, bersama-sama melakukan pengamanan terhadap rombongan tersebut. Mencegah terjadinya bentrokan, kami alihkan ke polsek. Karena kami menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono.

Persis sekitar pukul 03.00, sejumlah rombongan konvoi suporter pulang dari Malang. 

Polisi mengawal mulai dari perbatasan wilayah Kabupaten Pasuruan di Kecamatan Purwodadi.

Begitu sampai di kawasan Sukorejo, rombongan supporter itu kemudian diarahkan masuk ke dalam Mapolsek Sukorejo untuk menghindari bentrok antara dua kelompok massa atau diduga kelompok suporter berbeda tersebut.

Rupanya, massa tetap mengejar dan polisi menghalau seraya meminta untuk tidak melakukan kekerasan.

Tapi imbauan itu rupanya tak membuat massa puas. Massa menjadi beringas hingga akhirnya mulai melakukan perusakan kendaraan milik polisi hingga membakar satu mobil patrol backbone jenis Mitsubishi Strata Triton.

Entah siapa yang mengawali pembakaran mobil patroli tersebut. Polisi kalah jumlah dan tak kuasa menghalau massa yang makin beringas.

Tak lama berselang, satu unit damkar dari PT HM. Sampoerna datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, petugas pemadam kebakaran (damkar) langsung memadamkan mobil patroli Polsek Sukorejo yang dibakar.

Pantauan koran ini datang ke TKP, sesaat setelah peristiwa tersebut. Tampak puluhan petugas dari Polres Pasuruan, Polsek Sukorejo, dan polsek jajaran berada di lokasi sekaligus standby.

Selain Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, pejabat utama (PJU) Polres Pasuruan juga tampak hadir.

Di Mapolsek Sukorejo ada sekitar ratusan massa berkendara motor dan berboncengan. Tampak ada yang masih menggunakan atribut Arema maupun tidak. Usai merusak dan membakar kendaraan polisi, massa balik kanan kembali ke arah utara.

Aksi massa tak hanya terjadi di sekitar Polsek Sukorejo. Di lokasi lain, pantauan koran ini sekitar pukul 03.30, Poslantas Taman Dayu di exit Tol Pandaan, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, tak luput dari serangan massa yang diduga dari kelompok yang sama. (zal/fun/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
mobil patroli dirusak pasuruan suporter Sukorejo arema