PANDAAN, Radar Bromo - Kasus keracunan menu makanan bergizi gratis (MBG) yang 14 pelajar kelas X dari SMAN 1 Pandaan, masih didalami kepolisian.
Apakah kasus ini bisa dibawa sampai meja hijau, kepolisian masih berlu berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional.
Sampai saat ini Satreskrim Polres Pasuruan dan Unitreskrim Polsek Pandaan sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Di antaranya memeriksa sebanyak enam orang dari pihak SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang.
Kemudian dua siswa yang mengalami keluhan dan satu orang guru penanggung jawab MBG di SMAN 1 Pandaan.
"Tindak lanjut akan kami koordinasikan dengan BGN," kata Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Rizki Akbar Kurniadi singkat.
Polisi juga memeriksa laboratorium menu makanan MBG saat itu, termasuk air yang digunakan untuk memasak. Hasilnya sudah turun dan negatif.
Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi petunjuk, apakah penyelidikan tetap jalan terus atau kemudian henti lidik, belum bisa disampaikan kasatreskrim.
Terpisah, Nur Cholis selaku kepala SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang engatakan, sampai saat ini SPPG yang dikelolanya masih mandek sementara. "Menunggu petunjuk dan keputusan dari BGN," ucapnya.
Masih belum adanya pendistribusian kembali MBG ke sekolah-sekolah, oleh SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang juga dibenarkan Imad, waka kesiswaan dari SMAN 1 Pandaan.
"Untuk MBGnya saat ini masih off. Infonya dalam waktu dekat sudah beroperasi lagi," tuturnya.
Jawa Pos Radar Bromo juga melakukan konfirmasi kepada ketua korwil BGN Kabupaten Pasuruan Najmas Sa'adah,. Namun yang bersangkutan belum menanggapi. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid