Hasil Uji Lab Dinyatakan Aman, Distribusi MBG dari SPPG Pandaan Sumbergedang Masih Mandek

Rizal Syatori • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:58 WIB
DIBEKUKAN: SPPG Sumbergedang Pandaan yang saat ini belum beroperasi meski hasil lab menyatakan makanan yang disajikan negative dari zat berbahaya. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
DIBEKUKAN: SPPG Sumbergedang Pandaan yang saat ini belum beroperasi meski hasil lab menyatakan makanan yang disajikan negative dari zat berbahaya. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

PANDAAN, Radar Bromo – Hasil uji laboratorium makanan program makan bergizi gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasuruan Pandaan Sumbergedang memang dinyatakan aman. Namun hingga kini distribusi belum kembali berjalan.

Penghentian operasional masih berlanjut, setelah sebelumnya belasan siswa SMAN 1 Pandaan mengeluhkan sejumlah gejala usai menyantap menu MBG.

Bahkan, memasuki awal pekan ini, SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang belum mendistribusikan kembali paket MBG kepada 11 sekolah dan tujuh Posyandu di Desa Sumbergedang dan Plintahan, Kecamatan Pandaan.

Kepala SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang Nur Cholis mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima izin dari BGN untuk kembali beroperasi.

"Saat ini masih mandek atau belum operasional sementara. Pendistribusian kembali MBG menunggu putusan dan petunjuk dari BGN Pusat," katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo, kemarin (3/8).

Cholis mengatakan, hingga kini belum ada informasi lanjutan mengenai kapan distribusi MBG dapat kembali dilakukan.

Untuk operasional kembali, menurutnya, biasanya BGN akan menerbitkan surat resmi sebagai dasar operasional kembali.

Baca Juga: Buntut Belasan Pelajar Alami Gejala Keracunan usai Santap MBG, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Pandaan Sumbergedang

"Sejauh ini belum ada informasih. Biasanya ada suratnya beroperasional kembali dari BGN," imbuhnya.

Belum adanya keputusan tersebut membuat aktivitas di dapur SPPG praktis berhenti.

Dari total 52 karyawan, hanya sebagian kecil yang tetap masuk bekerja setiap hari.

"Dari 52 karyawan, yang tetap masuk seperti biasanya hanya beberapa orang. Seperti kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, dan security atau satpam," cetusnya.

Cholis menjelaskan, pegawai yang masih bertugas hanya menjalankan pekerjaan rutin. Di antaranya, menyelesaikan administrasi aplikasi baru dari BGN, sementara relawan melakukan uji organoleptik untuk penanggung jawab (PIC) sekolah.

Selain memastikan kesiapan administrasi, pihaknya juga menegaskan sistem pengolahan limbah di SPPG telah memenuhi ketentuan.

Menurutnya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang digunakan sudah sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.

"Limbah diolah IPAL dan ditambah pemasangan grease trap dua kubik. Kemudian masuk ke sumur resapan satu, daya tampung tiga kubik dan masuk sumur resapan dua dengan daya tampung tiga kubik juga. Seperti itu mekanisme kerjanya," kata Cholis. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
sumbergedang pasuruan Pandaan Mbg SPPG