Simpang Empat Patung Sapi Pandaan Rawan Kecelakaan, Perlu Pengalihan Simpul-Titik Jalan Paling Aman

Rizal Syatori • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 08:56 WIB
(RIZAL FAHMI SYATORI/JAWA POS RADAR BROMO)
(RIZAL FAHMI SYATORI/JAWA POS RADAR BROMO)

INFRASTRUKTUR jalan di Simpang Empat Patung Sapi Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terbilang bagus. Rambu-rambu lalu lintas juga sudah terpasang. Namun, selama ini masih sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Bahkan, tak jarang sampai merenggut nyawa korban.

Simpang Empat Patung Sapi menghubungkan antara jalan nasional dengan jalan kabupaten. Arus lalu lintas di simpang empat ini terbilang ramai. Medan jalan dari arah Malang ke Surabaya sedikit menurun. Siapa sangka, daerah ini menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Bahkan, kecelakaan mengakibatkan korban jiwa. baik yang luka ringan, berat, bahkan sampai meninggal dunia. Selasa (7/7) lalu, satu unit truk kontainer yang melaju dari arah Malang, menyapu lima motor di depannya. Mengakibatkan empat nyawa melayang.

“Kecalakaan lalu lintas di simpang empat ini sering terjadi. Paling sering pagi dan siang dari arah Malang ke Surabaya, di lajur cepat. Dari arah Surabaya ke Malang, juga pernah, tapi tidak sesering dari arah sebaliknya," ujar Anggota Unit Lantas Polsek Pandaan, Aipda Sawiwit.

Melihat kondisi jalan yang menurun, elevasi jalan sejatinya biasa-biasa saja. Tidak terlalu curam. Namun, cukup panjang. Tepatnya mulai sekitar 1 kilometer menjelang simpang empat.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga beragam. Mulai dari pengendara motor sampai truk kontainer.Pemicunya karena human error dan faktor teknis kendaraan," jelasnya.

Sejumlah upaya telah dilakukan Satlantas Polres Pasuruan, untuk mencegah sekaligus minimalisir terjadinya kecealakaan. Di antaranya, memberikan imbaun kepada masyarakat dan tukang ojek di sekitar Simpang Empat Patung Sapi.

Kemudian, memberikan sosialisasi keselamatan berkendara kepada pengemudi truk di garasi-garasi Pandaan. Serta, memberikan sosialisasi safety riding kepada karyawan swasta di perusahaan sekitar Simpang Empat Patung Sapi.

Juga memberikan imbaun kepada pengguna jalan, melalui public address sekitar Simpang Empat Patung Sapi," ujar Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno.

Di luar itu, juga memberikan sosialisasi dan ramp check kepada sejumlah perusahaan ekspedisi atau transporter dan perusahaan travel tandasnya.

Joko mengatakan, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan demi meminimalisir terjadinya lantas di persimpangan ini. Salah satunya perlu pengalihan simpul Simpang Empat Patung Sapi, serta menentukan titik uturan dan desain jalan paling aman. Dengan hitungan teknis dari dinas teknis terkait.

Di samping itu, juga perlu kelengkapan rambu dan sarana-sarana pendukung keselamatan lalu lintas.Termasuk memasang instalasi camera ETLE, sebagai upaya penegakan hukum,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Digdo Sutjahjo mengatakan, kondisi geografis sepanjang jalan nasional dari arah Malang ke Surabaya di ruas Pandaan-Gempol, relatif menurun. Termasuk di Simpang Empat Patung Sapi. “Membuat kendaraan tidak laik jalan sangat membahayakan pengguna jalan," ungkapnya.

Sejumlah upaya ditempuh pascakejadian kecelakaan lalu lintas maut yang menewaskan empat korban. Seperti memasang banner imbauan dan mengubah fasa traffic light dari 3,5 menjadi 3 fasa. Juga pemasangan rambu peringatan dan batas kecepatan.

Rambu peringatan hati-hati, peringatan turunan, dan batas kecepatan sudah terpasang. Beberapa titik dari arah Malang ke Surabaya, merupakan intervensi jangka pendek harus dilakukan Dishub," terangnya.

Kemudian, untuk perubahan fasa, dari 3,5 menjadi 3, dari hasil evaluasi selama hampir dua pekan tim, sudah dinyakan efektif. Meski terjadi antrean pada saat jam sibuk, seperti ketika sore. Kedepan tetap terus dipantau dan dievaluasi," jelasnya.

Selain pemasangan banner, juga perlu adanya tambahan rambu-rambu pendukung. Seperti pita kejut, khususnya dari arah Malang.Tujuannya untuk memberikan petunjuk dan memaksa pengendara mengurangi kecepatannya," ujarnya.

Di luar itu, juga perlu solusi jangka panjang. Salah satunya jalur penghentian darurat. Terutama bagi kendaraan yang mengalami gagal rem. (za/rud)

 

Perlu Kajian Lebih Spesifik dan Detail

RAWAN terjadinnya kecelakaan lalu intas di Simpang Empat Patung Sapi Pandaan, juga menjadi perhatian serius sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Mereka menilai perlu ada kajian lebih spesifik dan detail agar jalan nasional ini tak selalu makan korban.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan M. Yusuf Daniyal meminta Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) membuat kajian lebih spesifik dan detail. Terutama terkait situasi titik rawan sekaligus mencari penyebabnya.

Kondisi jalan yang menurun, kepadatan arus lalu lintas, dan kegiatan ekonomi masyarakat, juga perlu diperhatikan. Termasuk hal-hal yang menyita pandangan dan mempengaruhi fokus pengemudi di jalan juga perlu dikaji.

Bila perlu dibangun pita kejut beberapa titik radius atau beberapa meter menjelang Simpang Empat Patung Sapi dari arah Malang ke Surabaya. Minimal 500 meter," ujar ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan ini.

Selain itu, juga harus dilakukan koordinasi lintas instansi atau pihak-pihak terkait. Pemerintah daerah harus memfasilitasi, termasuk pengetatan uji KIR.Serta mencari solusi lain agar pengemudi bisa lebih tertib," pesannya.

Dulu pernah ada rencana perubahan jalur operasional kendaraan bertonase berat atau pengalihan kendaraan besar lewat jalur ini. Terkait rencana ini, Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Digdo Sutjahjo mengatakan, bukan kewenangan pemerintah daerah. “Untuk pengajuannya langsung ke Kementrian Perhubungan,” katanya.

Terkait pengawasan kelayakan truk dan SOP pengemudi uji KIR. Digdo mengatakan, sebelum berangkat dari garasi, perusahaan wajib memiliki Sistem Manajemen Keselematan Perusahaan Angkutan Umum (SMKPAU). Baik kendaraan dan pengemudi, dicek secara menyeluruh dan driver-nya dipastikan dalam kondisi sehat.

Ada sanksi hukum bagi pemilik armada bila melanggar. Termasuk terbukti memperkerjakan sopir atau menjalankan kendaraan tidak laik jalan katanya.Diawal ada peringatan tertulis, pembekuan sampai pencabutan izin sesuai kewenangan pemberi izin angkutan barang (Dinas Perhubungan Provinsi dan Kementrian Perhubungan," jelasnya.

Pengawas Lapangan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim Bali ruas Sidoarjo-Kepanjen Dimas Prasetyo mengatakan, kondisi jalan nasional di Simpang Empat Patung Sapi, baik dari arah Malang ke Surabaya, kondisinya bagus. Ada dua ruas. Masing-masing ruas dua lajur dengan lebar tujuh meter.

Lalu, pada tepian jalannya juga ada bahu jalan yang dicor atau rigid dengan lebar satu meter.Kewenangan kami antara lain jalan, median, perkerasan, bahu jalan, dan saluran. Di lapangan sudah tercukupi, kondisinya bagus dan terus kami pantau," terangnya.

Untuk pelebaran jalan atau pembuatan jalur pemberhentian darurat, belum bisa dilakukan. Terutama dalam jangka waktu pendek. Karena, sudah tidak ada lahan lagi.  Mepet dengan saluran dan tembok warga. Juga butuh anggaran besar untuk pembebasan dan fisiknya," jelas Dimas.

Terkait elevasi, lanjut Dimas, butuh kajian dan melibatkan sejumlah instansi. Rencana ini juga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. “Kajiannya dari Surabaya dan Jakarta, bukan dari kami," ungkapnya. (zal/rud)

 

Pengendara Motor Waswas, Dikenal Angker

SERING terjadinya kecelakaan lalu lintas di Simpang Empat Patung Sapi, mendapat perhatian serius dari sejumlah pengguna jalan. Khususnya, pengendara motor, baik warga sekitar dan masyarakat umum.

Sejumlah pengendara motor waswas saat melintas dan akhirnya memilih ekstra hati-hati. Terutama ketika berhenti saat dari arah Malang menuju Surabaya dan lampu traffic light menyala warna merah.

Menginggat, di titik ini sering terjadi insiden motor dan mobil tertabrak truk, dump truk, maupun kontainer dari belakang. Baik karena human error maupun mengalami kendala rem. “Tetap lihat posisi belakang dari spion, sambil ambil di posisi pinggir jalan. Minimal biar aman, jika terjadi sesuatu," ujar salah seorang pengendara motor sekaligus ojek online, Septyan, 28.

Ia mengaku hampir setiap hari melintas di Simpang Empat Patung Sapi. Namun, tetap merasa waswas. Karena sering mendapati langsung kecelakaan lalu lintas. “Perasaan seperti itu wajar, karena di Simpang Empat Patung Sapi, ini memang sering terjadi kecelakaan. Baik itu ada korban, maupun hanya materiil," bebernya.

Kepala Desa Tawangrejo Sukirno mengatakan, simpang empat ini diberi nama atau sebutan Patung Sapi, karena di sisi timur jalan persimpangan terdapat patung sapi beserta anaknya. Patung itu dibangun pada 1978. Bersamaan dengan berlangsungnya kontes ternak tingkat nasional di Lapangan Plumbon, Kecamatan Pandaan.

Cerita atau sejarahnya seperti itu, sehingga simpang empat ini mendapat sebutan simpang empat Patung Sapi sampai dengan sekarang. Sekaligus memudahkan penyebutannya," katanya.

Karena selama ini rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, pihaknya berharap ke depan bisa dibangun jalan layang atau fly over. Juga ada petugas yang selalu siap membantu mengatur arus lalu lintas.

Keberadaan supeltas (sukarelawan pengatur lalu lintas) sangat membantu sekali, terutama bagi truk besar atau panjang mau belok ke timur dari arah Surabaya ke jalan Pattimura. Ataupun dari arah Malang mau nyebrang ke timur," ungkapnya.

Di sisi lain, di Simpang Empat Patung Sapi, juga terkenal angker. Menurut Sukirno, ada penunggunya berupa makhluk astral.Tiba-tiba nyebrang, wujudnya sosok nenek-nenek. Warga dan juga pengendara pernah melihat atau menjumpainya," katanya.

Keangkeran jalan di simpang empat ini juga disampaikan warga desa setempat, Nakrowi, 60. Lelaki yang sudah puluhan tahun ngojek dan mangkal di Simpang Empat Patung Sapi, ini mengatakan, simpang empat ini dikenal angker. Sering ada penampakan nenek-nenek menyebrang.Kadang tiba-tiba ada bau harum, itu sudah sering," bebernya.

Tukang ojek lainnya Supangkat, 58, mengamini. Katanya, ketika ada salah satu rekannya yang melihat ada penampakan, seketika itu pula sesama ojek kompak pindah tempat. Bahkan, ada yang memilih langsung pulang.

Karena tak lama kemudian, sering terjadi kecealakaan lalu lintas. Paling sering dari arah Malang di lajur cepat. Kami juga serng menjadi saksi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di simpang empat ini," ujar Supangkat diamini oleh Nakrowi. (zal/rud)

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
simpang empat patung sapi kabupaten lalu lintas malang nasional