Kondisi Korban Luka Kecelakaan Karambol di Ngerong Gempol Pasuruan, Santunan untuk 4 Korban Meninggal Disalurkan

Rizal Syatori • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 23:59 WIB

 

Ditlantas Polda Jatim saat menggelar TAA di lokasi kecelakaan karambol yang merenggut 4 korban jiwa di jalur Malang-Surabaya, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Ditlantas Polda Jatim saat menggelar TAA di lokasi kecelakaan karambol yang merenggut 4 korban jiwa di jalur Malang-Surabaya, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

 

GEMPOL, Radar Bromo– Jasa Raharja menjamin seluruh biaya perawatan lima korban luka dalam kecelakaan beruntun di Jalan Nasional Malang–Surabaya, Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan Senin (27/7).

Sementara itu, santunan bagi empat korban meninggal mulai disalurkan kepada ahli waris, meski satu di antaranya masih dalam proses.

Usai kecelakaan yang menewaskan empat orang dan melukai lima lainnya itu, petugas Jasa Raharja Kabupaten Pasuruan langsung turun ke lapangan.

Mereka mendampingi proses olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata korban, mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat, sekaligus melakukan survei sebagai bagian dari proses administrasi penjaminan dan santunan.

Lima korban luka saat ini menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit berbeda.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut Renggut 4 Nyawa di Ngerong Gempol, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Terdiri atas pengendara Honda Vario W 2461 NEL, Yudi Kurnia Wardani, 35; sopir truk tangki L 9360 G, Siswanto, 53; pasutri pengendara dan penumpang Honda Vario N 5243 VAD yaitu Sutikno, 34 dan Lilik Sri Astutik, 44. Terakhir, Warsi, 39, seorang pejalan kaki yang merupakan penjual lalapan.

"Perawatan korban luka-luka dalam kecelakaan beruntun di Ngerong, Kecamatan Gempol, sudah dijaminkan oleh Jasa Raharja," jelas Penanggung Jawab Jasa Raharja Kabupaten Pasuruan Agus Wibowo.

Selain menjamin biaya pengobatan korban luka, Jasa Raharja juga memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia.

Antara lain, Agus Prasetya, 37, pengemudi truk trailer atau tractor head dan Sulkan, 63, pengemudi truk engkel yang sama-sama dari Kabupaten Malang.

Lalu pasutri Stefanus Beko Bhoko, 56 dan Wahyu Kulila, 46, pengendara dan penumpang Honda Supra X 125. Pasutri tersebut beralamat di Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, namun tinggal dan menetap di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Agus menjelaskan, dari empat korban meninggal dunia, santunan untuk tiga korban telah diserahkan kepada ahli waris.

Besarnya santunan yang diberikan kepada ahli waris masing-masing korban meninggal dunia menurut Agus, disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

"Santunan untuk satu korban meninggal dunia yaitu sopir truk engkel asal Malang masih dalam proses," bebernya.

Sementara itu, kondisi lima korban luka terus dipantau oleh Unit Lantas Polsek Gempol bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan. Seluruh korban sempat dievakuasi ke dua rumah sakit berbeda untuk mendapatkan penanganan medis.

Dua korban dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Asih Abyakta, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. Keduanya adalah Yudi Kurnia Wardani, warga Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dan Siswanto, warga Desa Plintahan, Pandaan.

Sementara, tiga korban lainnya menjalani perawatan di IGD RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo. Mereka adalah Sutikno dan Lilik Sri Astutik, pasutri asal Kecamatan Nguling. Terakhir, Warsi seorang pejalan kaki warga Dusun Ngetal, Desa Karangrejo, Gempol.

"Sampai hari ini, dari lima korban luka-luka sudah ada dua korban yang pulang dan menjalani rawat jalan. Tiga lainnya masih rawat inap, dirujuk ke rumah sakit lain," terang Kanit Lantas Polsek Gempol Ipda Bagus Prasakti Wibowo melalui anggotanya, Aipda Zaini.

Dua korban yang masih menjalani rawat inap yakni pasutri Sutikno dan Lilik Sri Astutik yang dirujuk ke RSUD Bangil. Sementara Siswanto, dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

"Harus dirujuk ke rumah sakit karena luka yang dialaminya cukup parah. Sehingga butuh penanganan medis secara intensif," ujarnya. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
ngerong santunan kecelakaan karambol gempol jalur malang surabaya