GEMPOL, Radar Bromo–Proses evakuasi sopir truk trailer atau tractor head yang diduga menjadi pemicu kecelakaan maut di Jalan Nasional Malang–Surabaya, Kecamatan Gempol, Senin (27/7), berlangsung dramatis. Sopir terjepit di kabin yang ringsek selama 3 jam.
Korban yaitu Agus Prasetya, 37, warga Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Truk tractor head bernopol DK 8019 DG yang dikemudikannya membawa muatan gulungan kertas.
Korban terjepit setelah truk yang disopirinya menghantam dua truk lain, tiang penerangan jalan umum (PJU), sejumlah bangunan, hingga tiang provider, dan tiang telepon.
Setelah laju kendaraan akhirnya berhenti, muatan tersebut terlempar dan terguling ke badan jalan.
Tim gabungan yang datang, membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengeluarkan korban. Saat petugas tiba, korban berada di ruang kemudi dengan posisi terjepit di antara badan kabin yang ringsek.
Sekitar satu jam setelah kecelakaan terjadi, tepatnya pukul 07.10, tim Basarnas Surabaya tiba di lokasi untuk membantu proses penyelamatan. Bersama relawan, tim medis, serta personel Unit Lantas Polsek Gempol, Basarnas melakukan upaya evakuasi.
Baca Juga: Daftar Korban Kecelakaan Karambol Maut Ngerong Gempol Pasuruan
Namun kondisi kabin yang rusak parah membuat proses penyelamatan berjalan lambat dan penuh kehati-hatian. Alhasil, evakuasi memakan waktu sekitar 3 jam.
"Proses evakuasi korban sekitar tiga jam lamanya, dari pukul 07.10 sampai sekitar pukul 10.00 pagi," terang Kepala Basarnas Surabaya Nanang Sigit P.H.
Menurut Nanang, lamanya proses evakuasi disebabkan posisi korban yang terjepit di dalam kabin. Selain itu, truk berada dalam kondisi menghantam bangunan. Juga dikelilingi reruntuhan material serta tiang telepon yang turut mempersempit ruang gerak petugas.
"Karena di dalam masih ada tanda-tanda kehidupan, kami pun harus sangat berhati-hati dalam proses evakuasinya," katanya.
Untuk membuka akses menuju korban, petugas lebih dulu menarik bagian truk secara perlahan menggunakan peralatan khusus. Tujuannya, agar ruang di sekitar kabin bisa terbuka.
"Menarik bagian truk ke belakang dulu perlahan-lahan, lalu menarik bagian depan truk. Itu kami lakukan untuk memberi akses evakuasi korban," jelas Nanang.
Tiga jam kemudian, korban berhasil dikeluarkan dari kabin. Namun kondisinya kritis. Korban mengalami luka pada hidung dan mulut yang mengeluarkan darah.
Ia kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Watukosek, Gempol. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Dia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Proses evakuasi tersebut menjadi perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Banyak di antaranya berhenti untuk menyaksikan langsung upaya penyelamatan sopir truk yang terjepit.
Pantauan Radar Bromo, Basarnas Surabaya menerjunkan belasan personel lengkap dengan berbagai peralatan penyelamatan untuk membebaskan korban dari ruang kemudi yang ringsek. Seluruh proses berlangsung hingga sekitar pukul 10.00, sebelum korban akhirnya berhasil dievakuasi. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi