Kesaksian Sopir Selamat dalam Kecelakaan Karambol Ngerong Gempol, Ini Dugaan Awal Polisi soal Penyebab Kecelakaan

Rizal Syatori • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:19 WIB
HATI-HATI: Tim Basarnas saat melakukan proses evakuasi korban kecelakaan karambol di Ngerong, Gempol, Kabupaten Pasuruan, (27/7). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
HATI-HATI: Tim Basarnas saat melakukan proses evakuasi korban kecelakaan karambol di Ngerong, Gempol, Kabupaten Pasuruan, (27/7). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

GEMPOL, Radar BromoKecelakaan maut melibatkan tujuh kendaraan terjadi di Jalan Nasional Malang-Surabaya, tepatnya di utara SPBU Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Senin pagi (27/7). Empat orang meninggal dan lima lainnya luka.

Truk trailer atau tractor head bermuatan kertas diduga kehilangan kendali, sehingga memicu rangkaian tabrakan yang berlangsung dalam hitungan detik itu.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan itu juga menabrak enam bangunan di sepanjang jalan. Serta menumbangkan kontra satu tiang lampu PJU dan empat tiang provider.

Peristiwa terjadi pukul 05.52. Kendaraan yang terlibat terdiri atas empat truk dan tiga sepeda motor. Masing-masing truk tractor head DK 8019 DG, truk engkel N 8591 BG, truk tangki L 9360 G, dan truk S 9137 UZ. Lalu motor Honda Vario W 2461 NEL, Honda Supra X 125 N 4197 TCC, dan Honda Vario N 5243 VAD.

"Kecelakaan terjadi secara beruntun pagi hari. Melibatkan empat truk dan tiga motor. Korban meninggal dunia empat orang, luka-luka lima orang," terang Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, kecelakaan bermula ketika truk tractor head DK 8019 DG bermuatan kertas melaju dari arah Malang menuju Surabaya. Truk traktor dikemudikan Agus Prasetya, 37, warga Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Saat melintas di lokasi kejadian, sopir diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya. Kemudian, menghantam bagian belakang truk engkel N 8591 BG yang melaju searah. Truk engkel ini disopiri Sulkan, 63, warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Daftar Korban Kecelakaan Karambol Maut Ngerong Gempol Pasuruan

Benturan keras membuat truk engkel terdorong ke depan, hingga masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, truk engkel tersebut ditabrak dua sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Yaitu, dari arah Surabaya–Malang.

Dua motor tersebut yaitu Honda Vario W 2461 NEL dikendarai Yudi Kurnia Wardani, 35, warga Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Dan Honda Supra X 125 N 4197 TCC yang dikendarai Stefanus Beko Bhoko, 56, bersama istrinya, Wahyu Kulila, 46. Pasangan suami istri itu merupakan warga Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Belum berhenti di situ. Truk engkel yang telah berada di jalur berlawanan kembali dihantam truk tangki L 9360 G yang dikemudikan Siswanto, 53, warga Mlaten, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan. Akibat benturan tersebut, truk tangki terguling di badan jalan.

Sementara itu, truk tractor head yang menjadi pemicu kecelakaan tetap melaju ke arah utara tanpa terkendali. Kendaraan itu menghantam tiang penerangan jalan umum (PJU) di median jalan. Lalu menabrak bagian belakang truk S 9137 UZ yang dikemudikan Mualim, 48, warga Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Benturan itu membuat truk S 9137 UZ terpental ke jalur berlawanan dan ditabrak Honda Vario N 5243 VAD yang dikendarai Sutikno, 34, warga Kecamatan Nguling. Saat itu, Sutikno membonceng Lilik Sri Astutik, 44, warga Gading, Kecamatan Winongan. Truk S 9137 UZ baru berhenti setelah menghantam pagar dan kanopi teras rumah warga di sisi timur jalan.

Adapun truk tractor head masih terus melaju ke arah utara. Kemudian menghantam bagian depan lima bangunan di sisi barat jalan. Mulai toko spare part sepeda motor, warung lalapan, gudang rongsokan, gudang elpiji dan toko sembako, hingga sebuah rumah.

Laju truk akhirnya berhenti setelah menabrak empat tiang provider dan satu tiang telepon. Semuanya langsung tumbang.

Akibatnya fatal. Empat korban meninggal dalam kecelakaan tersebut. Mereka yaitu Agus Prasetya, pengemudi truk tractor head yang meninggal saat perjalanan menuju RS Bhayangkara Watukosek. Lalu Sulkan pengemudi truk engkel, serta Stefanus Beko Bhoko dan istrinya, Wahyu Kulila yang merupakan pengendara dan penumpang Honda Supra X 125.

Sementara lima korban luka terdiri atas pengendara Honda Vario W 2461 NEL, Yud Kurnia Wardani, 35; sopir truk tangki, Siswanto, 53; pengendara dan penumpang Honda Vario N 5243 VAD yaitu Sutikono, 34 dan Lilik Sri Astutik, 44. Terakhir, Warsi, 39, seorang pejalan kaki yang merupakan penjual lalapan.

Dua korban luka dirawat di RS Asih Abyakta Kepulungan, Gempol. Sedangkan tiga korban lainnya menjalani perawatan di RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo.

"Proses evakuasi para korban langsung dilakukan pagi itu juga, sesaat setelah kejadian. Paling lama evakuasi sopir truk tractor head. Sebab, korban posisi terjepit di kabin atau ruang kemudi truk," ujar Joko.

Seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan. Kendaraan truk dievakuasi menggunakan mobil derek, sedangkan sepeda motor dibawa menggunakan kendaraan patroli Satlantas.

Selain kendaraan, enam bangunan juga mengalami kerusakan. Lima bangunan berada di sisi barat jalan. Antara lain, yakni toko spare part sepeda motor, warung lalapan, gudang rongsokan, gudang elpiji jadi satu dengan toko sembako, dan rumah yang berada dalam satu deret.

Sementara satu rumah ada di sisi timur jalan. Rumah ini mengalami kerusakan pada pagar dan kanopi teras akibat tertabrak truk.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun dugaan sementara mengarah pada kelalaian pengemudi truk tractor head.

"Faktor penyebab lakanya masih dalam lidik, ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan. Sementara diduga karena kurang kehati-hatian dan kurang konsentrasi dari sopir truk tractor head-nya," tutur Joko.

Mualim, sopir truk S 9137 UZ yang selamat dari kecelakaan mengatakan, rangkaian tabrakan terjadi sangat cepat. Hanya dalam hitungan detik.

"Saya posisi mengemudi dari arah Malang mau pulang ke Mojokerto. Lalu terdengar suara benturan keras di belakang. Ternyata ada kecelakaan beruntun," ujarnya.

Saat itu, Mualim tidak menduga sama sekali bahwa dia bakal jadi bagian dalam kecelakaan itu. Beberapa detik kemudian, truk yang disopirinya ikut dihantam dari belakang hingga terpental ke jalur berlawanan.

"Selanjutnya, ternyata truk yang saya kendarai ini ikut tertabrak. Truk saya ini sampai terdorong ke kanan masuk jalur berlawanan. Tertabrak motor dan menabrak pagar dan kanopi teras rumah," tandasnya. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan ngerong kecelakaan karambol gempol