GEMPOL, Radar Bromo-Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan nasional Malang-Surabaya, Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin pagi (27/7).
Tujuh kendaraan terlibat tabrakan karambol. Hingga membuat empat orang meninggal dan 5 lainnya alami luka-luka.
Insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 05.52 pagi. Persisnya di sisi utara SPBU Dusun Mojorejo.
Tujuh kendaraan yang terlibat tabrakan itu yakni truk traktor atau trailer dengan nopol DK 8019 DG muat kertas, truk engkel bernopol N 8591 BG, truk tangki bernopol L 9360 G dan truk bernopol S 9137 UZ.
Selanjutnya ada motor Honda Vario bernopol W 2461 NEL, motor Honda Supra X 125 nopol N 4197 TCC. Serta motor Honda Vario bernopol N 5243 VAD.
Tak hanya melibatkan 7 kendaraan. Empat bangunan di barat jalan juga alami kerusakan. Bangunan yang alami kerusakan itu berada di Dusun Ngetal, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol.
Yakni, toko spare part motor, warung lalapan, gudang rongsokan. Selanjutnya, gudang elpiji, toko sembako dan rumah. Semuanya masih satu deret.
Satu bangunan lain di timur jalan masuk Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Gempol juga alami kerusakan pada bagian pagar dan kanopinya.
"Kecelakaannya terjadi secara beruntun pagi hari. Melibatkan empat kendaraan truk, dan tiga motor. Korban meninggal dunia berjumlah empat orang, luka-luka lima orang," beber Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno.
Informasi dihimpun menyebutkan, kecelakaan berawal saat truk trailer bernopol DK 8019 DG muat kertas berjalan dari arah selatan ke utara.
Truk itu dikemudikan Agus Prasetya, 37, asal Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Sesampainya di lokasi kejadian, sang sopir truk tak bisa menguasai laju kendaraannya. Truk trailer itu kemudian menabrak dari belakang truk bernopol N 8591 BG tanpa muatan yang berjalan searah, dikemudikan Sulkan, 63, asal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Selanjutnya, truk tersebut terdorong kedepan masuk jalur arah berlawanan. Lalu truk itu menabrak motor Honda Vario bernopol W 2461 NEL yang dikendarai Yudi Kurnia Wardani, 35, asal Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo dan Supra X 125 nopol N 4197 TCC dikendarai Stefanus Beko Bhoko, 56, dengan membonceng istrinya Wahyu Kulila, 46, keduanya warga Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Kedua motor itu sama-sama berjalan searah. Dari arah utara ke selatan.
Tak berhenti sampai di situ, truk bernopol N 8591 BG itu, tertabrak truk tangki bernopol L 9360 G, yang melaju dari arah utara ke selatan muatan kosong. Truk itu dikemudikan Siswanto, 53, asal Dusun Mlaten, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan. Hingga membuat truk tangka itu terguling di jalan.
Sementara truk trailer terus melaju ke arah utara, kemudian menabrak tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di median tengah jalan.
Lalu, truk trailer menabrak dari belakang truk bernopol S 9137 UZ yang berjalan searah, dikemudikan Mualim, 48, asal Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Usai tertabrak, truk itu kemudian terpental mengarah ke kanan masuk jalur berlawanan. Tertabrak motor Honda Vario nopol N 5243 VAD yang dikendarai Sutikno, 34, asal Desa/ Kecamatan Nguling, yang membonceng Lilik Sri Astutik, 44, asal Desa Gading, Kecamatan Winongan.
Truk yang sama terhenti setelah menabrak pagar dan kanopi teras rumah warga berada di timur jalan.
Setelah menabrak truk, truk trailer itu tetap melaju ke utara hingga menabrak bagian depan sejumlah bangunan. Yakni toko spare part, warung lalapan, gudang rongsokan. Juga gudang elpiji, toko dan rumah.
Laju truk trailer baru berhenti setelah menabrak empat tiang provider dan satu tiang telepon, yang berada di sebelah barat jalan.
"Kronologinya kecelakaan seperti itu, kejadian laka lantasnya ini masih dalam satu rangkaian," imbuhnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi