Kondisi 14 Pelajar SMAN 1 Pandaan yang Alami Gejala Keracunan usai Santap MBG Membaik, Kelas X Diliburkan Sehari  

Rizal Syatori • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:14 WIB
MONITORING: Tim dari Dinkes Kabupaten Pasuruan saat meninjau SMAN 1 Pandaan usai selang sehari ada insiden 14 pelajar alami gejala keracunan. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)
MONITORING: Tim dari Dinkes Kabupaten Pasuruan saat meninjau SMAN 1 Pandaan usai selang sehari ada insiden 14 pelajar alami gejala keracunan. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

PANDAAN, Radar Bromo-Sehari usai alami gejala keracunan, kondisi 14 pelajar kelas X SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan sudah membaik. Namun mereka belum masuk sekolah.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo di SMAN 1 Pandaan, Jalan Dr. Soetomo, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa di sekolah itu.

Namun, seluruh siswa kelas X Kamis (23/7) tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kepala SMAN 1 Pandaan Teguh Hariawan mengatakan, aktivitas belajar mengajar di sekolahnya berjalan normal.

Namun sekolah meliburkan seluruh siswa kelas X selama sehari untuk pemulihan kesehatan.

“Pelajar kelas X diliburkan sehari untuk istirahat dan pemulihan kesehatan. Kelas XI dan XII tetap masuk sekolah," ujarnya.

Sekolah, menurutnya, juga terus memantau kondisi 14 pelajar yang alami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) itu, Rabu (22/7).

Ke-14 pelajar yang alami gejala keracunan itu sendiri terdiri atas 11 perempuan dan 3 laki-laki.

Baca Juga: Buntut Belasan Pelajar Alami Gejala Keracunan usai Santap MBG, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Pandaan Sumbergedang

Sampai Kamis (23/7) atau sehari usai insiden tersebut, menurut Teguh, kondisi semua siswa berangsur membaik.

“Kami pihak sekolah bekerja sama dengan orang tua terus memantau kondisi 14 pelajar ini. Alhamdulillah kondisi mereka sudah membaik,” lanjutnya.

SMAN 1 Pandaan sendiri telah menjadi penerima manfaat Program MBG sejak Februari 2025.

Pasokan makanan berasal dari SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang yang berlokasi sekitar 75–100 meter dari sekolah.

Selama itu pula, program MBG berjalan lancar. Karena itu, menurut Teguh, pihaknya belum dapat menyimpulkan apa pun dan masih menunggu hasil pemeriksaan lab.

"Kami pihak sekolah masih menunggu informasi penyebabnya, tidak bisa menyimpulkan. SPPG atau BGN yang harus menyampaikan hasilnya. Sebab, sekolah hanya penerima manfaat," ungkapnya.

Baca Juga: Usai Menyantap Menu MBG, 14 Pelajar SMAN 1 Pandaan Pasuruan Alami Gejala Keracunan hingga Dibawa ke IGD Puskesmas

Pada hari yang sama, Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko selaku Ketua Satgas Percepatan Pelaksanaan Program MBG Kabupaten Pasuruan mendatangi SMAN 1 Pandaan bersama tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan dan Puskesmas Pandaan.

Mereka bertemu jajaran wakil kepala sekolah di ruang kepala sekolah untuk memastikan kondisi para siswa.

"Kami pastikan kondisi anak-anak baik-baik saja, Alhamdulillah kondisinya membaik. Tapi tetap dimonitor," ucap Yudha.

Sekda bersama tim dari Dinkes dan Puskesmas Pandaan juga sudah mengecek ke SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang. Hasilnya, proses yang dilakukan di dapur penyedia makanan telah sesuai standar operasional.

"Kami sudah konfirmasi dan yang dilakukan teman-teman di SPPG itu sudah sesuai SOP,” terangnya.

Karena itu, pihaknya hanya bisa menunggu hasil uji lab untuk mengetahui apa penyebab dugaan keracunan itu. "Kami harus menunggu penyebabnya apa. Tentu hasil lab nanti yang akan menjadi rujukan," bebernya. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan Mbg SPPG sman 1 pandaan keracunan