Buntut Belasan Pelajar Alami Gejala Keracunan usai Santap MBG, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Pandaan Sumbergedang

Rizal Syatori • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:46 WIB

 

OPERASIONAL MANDEK SEMENTARA: Kondisi SPPG Pandaan Sumbergedang yang berhenti beroperasi sementara usai insiden belasan pelajar SMAN 1 Pandaan alami gejala keracunan (22/7). Inset menu MBG yang dibawa ke lab untuk diuji. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)
OPERASIONAL MANDEK SEMENTARA: Kondisi SPPG Pandaan Sumbergedang yang berhenti beroperasi sementara usai insiden belasan pelajar SMAN 1 Pandaan alami gejala keracunan (22/7). Inset menu MBG yang dibawa ke lab untuk diuji. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

PANDAAN, Radar Bromo–Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasuruan, Pandaan, Sumbergedang. Itu menyusul dugaan kasus keracunan 14 pelajar setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG), Rabu (22/7).

Dampaknya tidak hanya dirasakan SMAN 1 Pandaan, tempat dugaan keracunan menu MBG terjadi.

Lebih dari itu, pendistribusian sebanyak 3.416 paket MBG setiap hari ke 11 sekolah di Desa Sumbergedang dan Plintahan, Kecamatan Pandaan, juga dihentikan sementara.

"Karena operasional SPPG berhenti sementara, maka pendistribusian MBG ke sebelas sekolah yang selama ini dilayani juga berhenti sementara," terang Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pasuruan Najmas Sa'adah.

Selanjutnya, menurut Najmas, pihaknya menunggu keputusan lebih lanjut dari BGN tentang status operasional SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang. Apakah SPPG ini akan di-suspend atau tidak.

Najmas menambahkan, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di Jember.

Baca Juga: Usai Menyantap Menu MBG, 14 Pelajar SMAN 1 Pandaan Pasuruan Alami Gejala Keracunan hingga Dibawa ke IGD Puskesmas

Menurutnya, peristiwa itu belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tidak ada korban yang menjalani rawat inap.

"Ini bukan termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tidak ada yang sampai rawat inap. Semua korban mendapat penanganan medis dan langsung pulang," katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin (23/7).

Di sisi lain, pihak SPPG juga telah mengirim sampel menu MBG pada hari kejadian untuk diuji di laboratorium di Surabaya.

Hasil pemeriksaan masih ditunggu dan diperkirakan keluar dalam waktu hingga tujuh hari.

Selama menunggu hasil uji lab itulah, SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang berhenti sementara. "Berhenti sementara, baik operasional SPPG-nya dan pendistribusian MBG. Sampai dengan hasil dari uji menu makanannya sudah keluar," tandasnya.

Jawa Pos Radar Bromo juga berupaya mengonfirmasi pihak SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang melalui koordinatornya, Nur Kholis. Namun baik telepon maupun pesan singkat tidak direspons.

Baca Juga: Ada 14 Pelajar SMAN 1 Pandaan Alami Gejala Keracunan usai Menyantap Menu MBG, Begini Kata Koordinator BGN Kecamatan

Sebagai informasi, SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang merupakan SPPG pertama yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan.

Fasilitas tersebut mulai beroperasi sejak Februari 2025. Setiap hari SPPG ini mendistribusikan 3.416 paket menu MBG ke 11 sekolah di wilayah Desa Sumbergedang dan Plintahan, Kecamatan Pandaan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 14 pelajar kelas X SMAN 1 Pandaan mengalami keluhan mual, muntah, gatal-gatal, hingga sesak napas usai menyantap menu MBG, Selasa (22/7).

Sembilan di antaranya bahkan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Pandaan karena keluhannya paling parah. Sementara lima siswa lainnya mendapat penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.45 hingga 12.15. Saat itu para siswa kelas X baru selesai mengikuti kegiatan matrikulasi. Mereka lantas berkumpul di aula lantai atas sekolah untuk makan siang bersama menggunakan paket MBG.

Tak lama setelah selesai makan, sejumlah siswa mulai mengeluh tidak enak. Keluhan yang muncul beragam, mulai dari mual, muntah, gatal-gatal, hingga sesak napas.

Usai dirawat di IGD Puskesmas, sore harinya para siswa yang alami gejala keracunan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan. (zal/hn/mie)

 

Editor : Muhammad Fahmi
gejala keracunan sppg pandaan sumbergedang Mbg BGN sman 1 pandaan