PANDAAN, Radar Bromo–Insiden 14 pelajar SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan alami gejala keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) rupanya sudah diketahui oleh koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Pandaan.
Bahkan, koordinator BGN Pandaan Hardian nampak juga di IGD Puskesmas Pandaan, Rabu siang (22/7).
Hanya saja, Hardian masih enggan berkomentar banyak saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di Puskesmas setempat.
"Belum bisa komentar, selanjutnya akan diselidiki oleh BGN. Juga kami laporkan ke korwil (koordinator wilayah)," katanya.
Saat ditanya apakah SPPG Sumbergedang akan langsung dikenai sanksi penghentian sementara (suspend) pasca kejadian tersebut, Hardian juga belum memberikan kepastian.
"Keputusan suspend atau tidaknya menunggu info dari BGN," ujarnya.
Menu MBG untuk SMAN 1 Pandaan sendiri disuplai dari SPPG Sumbergedang, Pandaan sejak Februari 2025 lalu.
Berdasarkan data sekolah, pada hari itu SMAN 1 Pandaan menerima 1.296 paket MBG.
Ribuan paket itu dikirim sekitar pukul 11.00 dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbergedang, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.
Menu yang disajikan sama. Terdiri atas nasi putih, tempe bacem, nugget, sayur capcay, selada, saus, dan buah jeruk.
Diketahui, sebanyak 14 pelajar kelas X SMAN 1 Pandaan mengalami keluhan mual, muntah, gatal-gatal, hingga sesak napas usai menyantap menu MBG, Selasa (22/7).
Sembilan di antaranya bahkan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Pandaan karena keluhannya paling parah. Sementara lima siswa lainnya mendapat penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.45 hingga 12.15. Saat itu para siswa kelas X baru selesai mengikuti kegiatan matrikulasi. Mereka lantas berkumpul di aula lantai atas sekolah untuk makan siang bersama menggunakan paket MBG.
Tak lama setelah selesai makan, sejumlah siswa mulai mengeluh tidak enak. Keluhan yang muncul beragam, mulai dari mual, muntah, gatal-gatal, hingga sesak napas. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi