PANDAAN, Radar Bromo-Apes dialami pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Mobil pikap yang mereka tumpangi, mendadak oleng lalu terperosok ke dalam parit di tepi jalan nasional ruas Malang–Surabaya, tepatnya di Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Jumat (17/7) malam, sekitar pukul 20.30.
Armada pikap Mitsubishi L300 berwarna hitam dengan nomor polisi N 8381 TI tersebut, dikemudikan oleh Khuzaimi, 56, bersama istrinya, Machnunah, 52.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun pasutri tersebut, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sejumlah luka.
Anggota Unit Lantas Polsek Pandaan, Aipda Sawiwit, menjelaskan insiden bermula saat kendaraan bermuatan kosong itu, melaju dari arah selatan (Malang) menuju utara (Surabaya).
Sesampainya di lokasi kejadian, laju mobil tiba-tiba hilang kendali dan mengarah ke sisi kanan jalan, hingga akhirnya terperosok masuk ke dalam parit.
"Korbannya ada dua orang, yakni sopir dan penumpang pikap yang merupakan pasutri. Sesaat setelah kejadian, keduanya yang mengalami luka-luka langsung kami evakuasi ke RS Asih Abyakta di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Sawiwit.
Dampak dari benturan keras di dalam parit, membuat bodi depan pikap ringsek, kaca depan pecah, kap depan bengkok, serta ban depan sebelah kanan dan ban belakang sebelah kiri pecah.
Kendaraan tersebut kini telah dievakuasi dari parit dan diamankan di Poslantas Polsek Pandaan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, polisi menduga kuat kecelakaan ini dipicu oleh kondisi fisik pengemudi.
"Faktor penyebab kecelakaan, diduga karena sopir pikap dalam kondisi mengantuk dan kurang berhati-hati saat berkendara," beber Sawiwit. (riz/one)
Editor : Muhammad Fahmi