Tiga kakak beradik yang dikenal aktif di kampung turut menjadi korban meninggal dalam kecelakaan di Tol Malang-Pandaan. Mobil yang menabrak truk mogok di bahu jalan itu bagian dari rombongan tiga kendaraan yang baru pulang berwisata di Batu.
AZAMI RAMADHAN, Surabaya
KECEPATAN mobil Honda CR-V warna putih itu tiba-tiba menurun. Lalu, jalurnya bergerak serong ke sisi kiri jalan.
Rudi yang menyopiri kendaraan di belakang mobil bernopol L 1720 CAY itu langsung membunyikan klakson.
Maksudnya untuk mengingatkan Ishaq, pengemudi mobil yang berada di posisi terdepan dari tiga kendaraan yang beriringan dan baru pulang berwisata dari Batu.
"Jadi, sopir di belakang sudah memperingatkan karena laju mobil sedikit ke kiri, namun akhirnya mobil langsung menghantam bagian belakang truk," papar salah seorang anggota keluarga korban Mulyadi, menceritakan kesaksian Rudi yang disampaikan kepadanya.
Lima dari sembilan orang di dalam Honda CR-V tersebut yang masih sekeluarga meninggal di lokasi.
Mereka juga tercatat berdomisili di kelurahan dan kecamatan yang sama: Ampel, Semampir, Surabaya. Empat korban luka lainnya dirawat di rumah sakit akibat tabrakan tersebut (lihat grafis).
Rombongan keluarga itu berangkat dari Surabaya menuju Batu pada Rabu (15/7) pagi. Insiden maut tersebut terjadi di Tol Malang-Pandaan sekitar pukul 20.00 dalam perjalanan pulang ke Kota Pahlawan.
"Kakak-kakak saya itu sangat peduli dan aktif di kampung," kata adik bungsu Ishaq, Mohammad Yacob, kepada Jawa Pos di rumah duka di kawasan Jalan Sukodono Gang IV, Kelurahan Ampel, Surabaya, kemarin (16/7).
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Malang–Pandaan KM 72 B, Rabu malam (15/7) pukul 20.00. Sebuah mobil Honda CR-V dengan sembilan penumpang menabrak truk tronton tanpa muatan yang sedang mogok. Akibatnya fatal, lima orang meninggal.
Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat mengatakan, seluruh korban merupakan penumpang mobil Honda CR-V bernopol L 1720 CAY warna putih. Empat korban meninggal seketika di lokasi kejadian saat kecelakaan.
Sementara satu korban meninggal saat menjalani perawatan. Lalu, empat korban sisanya, mengalami luka-luka.
Lima korban meninggal masing-masing adalah sopir mobil Honda CR-V, Ishaq, 37, serta empat penumpangnya. Yaitu, Mufarroha, 27; Hanifah, 42; Hindun, 40; dan Wahyuni Putri Permata, 3. Sedangkan empat korban luka-luka adalah Wahyunia Putri Cahaya, 3; Qori'atul Jannah, 10; Umrotul Hasanah, 19; dan Zahra, 7.
Yang membuat miris, mereka semua masih satu keluarga. Mereka bahkan tinggal di kelurahan yang sama di Surabaya. Baik korban meninggal maupun korban luka-luka merupakan warga Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. (*/ttg)
Editor : Muhammad Fahmi