PANDAAN, Radar Bromo - Aksi premanisme jalanan, kembali meresahkan warga Kabupaten Pasuruan.
Dua kelompok pemuda yang diduga kuat merupakan anggota gangster, terlibat tawuran berdarah di pinggir jalan Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (2/7) dini hari sekitar pukul 02.00.
Akibat bentrokan bersenjata tajam ini, seorang pemuda berinisial MSR, 18, tumbang dengan luka bacok serius.
Korban yang merupakan warga Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kini harus menjalani rawat inap intensif di RSUD Bangil.
Ia mengalami luka robek di kepala bagian atas, serta tangan kiri akibat sabetan senjata tajam.
Kapolsek Pandaan Kompol Slamet Prayitno, mengungkapkan, aksi saling serang antar kelompok tersebut, sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian dan viral di media sosial.
Meski peristiwa ini menelan korban luka, pihak korban maupun warga sekitar, awalnya tidak ada yang berani melapor ke polisi.
Aparat kepolisian yang mengetahui kejadian tersebut dari rekaman video yang beredar, langsung bergerak cepat melakukan penelusuran.
Petugas akhirnya berhasil melacak keberadaan korban, yang tengah terkapar di rumah sakit.
"Petugas langsung melakukan cek TKP dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Kami juga mencari keberadaan korban dan mendapati yang bersangkutan sedang dirawat di RSUD Bangil. Kasus ini sekarang dalam penyelidikan (lidik) mendalam, oleh Unit Reskrim Polsek Pandaan bersama Satreskrim Polres Pasuruan," tegas Slamet.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun petugas di lapangan, insiden berdarah ini bermula, saat korban bersama dua temannya keluar rumah mengendarai motor matik pada Rabu (1/7) malam, sekitar pukul 22.30.
Mereka beralasan, ingin menonton balap liar di kawasan Bareng, Desa Sumberejo.
Namun, pada Kamis (2/7) sekitar pukul 01.00, korban justru bergabung dengan kelompoknya yang berjumlah sekitar 10 orang di depan gang Dusun Gelang.
Mereka ternyata sengaja berkumpul, untuk menunggu kelompok lawan setelah sebelumnya saling menantang dan membuat janji temu, melalui media sosial untuk tawuran.
Sekitar pukul 01.45, kelompok lawan tiba di lokasi, dengan membawa senjata tajam.
Bentrokan hebat tidak terhindarkan. Kalah jumlah dan persiapan, kelompok korban kocar-kacir melarikan diri ke dalam gang.
Sial bagi MSR, ia terjatuh saat mencoba kabur. Akhirnya, ia langsung menjadi bulan-bulanan dan dihujani sabetan senjata tajam oleh kelompok musuh, sebelum akhirnya ditinggalkan tergeletak di jalan. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin