GEMPOL, Radar Bromo-Nahas dialami M Nurul Huda, 26. Pemuda asal Dusun Sumbertumpuk, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan itu meninggal usai jadi korban tabrak lari.
Insiden memilukan itu terjadi Kamis dinihari (4/6) di ruas jalan nasional Surabaya-Banyuwangi, utara bundaran Gempol, Desa Legok, Kecamatan Gempol.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 01.30 dinihari. Awalnya, Nurul Huda, mengendarai motor Honda Vario bernopol W 6320 EE.
"Motor yang dikendarai korban melaju dari arah utara ke selatan. Sesampainya di lokasi kejadian, korban hendak mendahului truk di depannya yang berjalan searah,” terang Kanit Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno.
Namun, saat itu petaka terjadi. Korban salah perhitungan. “Korban menabrak bak pojok kanan belakang truk," beber Joko.
Akibatnya fatal. Korban meninggal di lokasi kejadian dan tergeletak di aspal.
Awalnya, petugas kesulitan mengidentifikasi korban. Sebab, korban tidak membawa identitas.
Jenazah korban lantas kemudian dievakuasi dari TKP ke RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol.
Saat itu, jenazah korban diperiksa sidik jarinya oleh Tim Inafis Polres Pasuruan. Dari situlah, diketahui identitas korban.
"Korban alami luka di bagian kepala. Ia merupakan korban tabrak lari, karena kendaraan truknya terus melaju," terangnya.
Selain merenggut korban jiwa, kecelakaan itu juga membuat motor korban alami kerusakan bodi kanan pecah, dan setir bengkok. Motornya pun diamankan di Poslantas Polsek Gempol.
Pagi harinya, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan didampingi petugas dari Unit Lantas Polsek Gempol melakukan olah TKP.
"Faktor penyebab kecelakaannya, pengendara motor diduga kurang berhati-hati dan kurang konsentrasi. Kasusnya masih dalam lidik dan ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan," tuturnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi