PANDAAN, Radar Bromo-Ketenangan warga di sebuah desa di Kecamatan Pandaan mendadak Selasa (2/6). Ini setelah ditemukan pria bertato merupakan warga dusun setempat yang tewas di kamar dalam rumah.
Insiden ini terjadi pukul 15.00. Korban diketahui adalah AAW, 35, yang tiap harinya bekerja kernet atau sales.
Saat ditemukan tewas di tempat kejadian perkara (TKP), korban berada di kamar dalam rumah.
Rumah tersebut selama ini ditempati oleh bapak, adik dan iparnya, serta dua keponakannya.
"Petugas yang piket menerima laporan dari warga setelah ada kejadian ini. Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka sayatan di leher sebelah kiri," kata Kapolsek Pandaan Kompol Slamet Prayitno.
Tak lama kemudian petugas dari Polsek Pandaan mengamankan TKP dan menghubungi Tim Inafis dari Polres Pasuruan. Saat itu Juga datang tim buser dari Satreskrim Polres Pasuruan.
Kejadian meninggalnya korban dalam kamar dengan luka sayatan di leher sebelah kiri, sekaligus sudah bersimbah darah. Mayat ini diketahui pertama kalinya oleh Kar, 66, bapak kandung korban.
"Keterangan saksi atau bapak korban, korban ditemukan posisi tergeletak di lantai kamar dan bersimbah darah. Kemudian dipindah dan ditidurkan ke kamar, ternyata lehernya diketahui mengalami luka sayatan di sebelah kiri, sudah meninggal dunia," bebernya.
Meninggalnya korban sore itu selain diketahui oleh bapak kandungnya korban, juga kemudian diketahui dua saksi lainnya, yakni adik perempuannya dan iparnya.
Pihak keluarga, melaporkan kejadian tersebut ke ketua RT setempat lebih dulu. Lanjut diteruskan ke Polsek Pandaan.
Pantauan radarbromo.jawapos.com, proses olah TKP dilakukan petugas selama sekitar dua jam lamanya. Selain memeriksa jasad korban, juga memeriksa kondisi di TKP. Termasuk mendokumentasikan TKP dan barang bukti.
Petugas kemudian mengevakuasi dan mengamankan barang bukti berupa sejumlah pisau dan pakaian korban.
Setelah proses olah TKP sekaligus pulbaket selesai, sekitar pukul 18.15, jasad korban kemudian dievakuasi dengan mobil ambulans dari Puskesmas Pandaan dan dibawa ke RS. Bhayangkara, Porong, Sidoarjo.
"Meninggalnya korban indikasi bunuh diri, sementara masih kami dalami," ucap Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan Ipda. Daffa Sava Pradana.
Saat berada di rumah sakit, tidak dilakukan visum luar saja. Melainkan dilakukan otopsi terhadap jasad korban.
"Karena ada indikasi tindak pidana dalam penyebab kematiannya, maka dari itu untuk menentukan penyebab kematiannya perlu dilakukan otopsi," tegasnya.
Proses otopsi terhadap jasad korban selesai Rabu (3/6), sekitar pukul 03.00. Kemudian korban dibawa ke rumah duka hingga kemudian dimakamkan di TPU dusun setempat sekitar pukul 07.00.
"Hasil otopsi secara keseluruhan belum turun, kami masih menunggu. Hasil otopasi awal, meninggalnya korban karena luka sayatan di leher sebelah kiri." Kata Daffa sapaan akrabnya.
Adapun dalam peristiwa ini, saksinya berjumlanya tiga orang. Masing-masing Kar, 66, bapak kandung korban. Dua lainnya NHL, 28, adik perempuan korban dan CDP, 30, ipar korban sekaligus suami dari NHL. Saat kejadian, ketiganya berada di TKP.
"Untuk saksi-saksi ada tiga, masih hubungan saudara atau keluarga dengan korban. Ketiganya diperiksa di Polsek Pandaan," tuturnya.
Sementara itu, warga setempat tinggal di sekitar TKP. Mengetahui setelah kejadian, posisi korban sudah meninggal dunia dan berada di dalam kamar. Usai mendapat kabar atau info dari keluarganya.
"Warga lainnya tidak terdengar adanya keributan atau cek cok. Tahunya warga, korban sudah meninggal dalam kamar dalam rumah diduga bunuh diri itu saja," kata Dani, 43, warga setempat rumahnya berada di dekat TKP.
Untuk korban, memiliki tato di tangan dan lengan kirinya. Mengetahui selama ini korban bukan pengangguran, melainkan bekerja sebagai sales sekaligus juga kernet.
Korban saat ini berstatus duda lantaran telah bercerai sekitar dua tahun lebih. Korban diketahui juga punya dua orang anak dan kedua anaknya tinggal bersama mantan istrinya di Blitar.
"Korban ini orangnya tertutup, punya rumah sendiri berada di satu dusun, beda RT saja dengan keluarganya. Sudah beberapa hari terakhir ini pulang sekaligus tidur kerumah bapaknya, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia," terangnya. (zal/fun)
Editor : Fandi Armanto