Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kasus PMK dan LSD di Kabupaten Pasuruan Turun Drastis, Cek Faktanya

Rizal Syatori • Jumat, 29 Mei 2026 | 11:11 WIB
BERI PAKAN: Seorang peternak sapi perah, saat memberikan pakan pada ternaknya. Sejauh ini, kasus penyakit ternak, berupa PMK dan LSD cenderung menurun tajam. (Dokumen Radar Bromo)
BERI PAKAN: Seorang peternak sapi perah, saat memberikan pakan pada ternaknya. Sejauh ini, kasus penyakit ternak, berupa PMK dan LSD cenderung menurun tajam. (Dokumen Radar Bromo)

PANDAAN, Radar Bromo - Tren penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak di Kabupaten Pasuruan, menunjukkan penurunan drastis.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, tingkat kesembuhan hewan ternak di wilayah ini, hampir mencapai seratus persen.

Medik Veteriner Ahli Madya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Drh. Panti Absari, mengungkapkan, kondisi di lapangan saat ini, sudah sangat terkendali.

"Untuk kasus PMK, saat ini hanya menyisakan satu ekor sapi yang masih dalam proses penyembuhan. Sementara untuk kasus LSD, saat ini sudah dinyatakan nihil atau tidak ada lagi ternak yang sakit," ujar Panti.

Secara akumulatif, total kasus PMK di Kabupaten Pasuruan, tercatat sebanyak 260 ekor.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 240 ekor berhasil sembuh total, dua ekor mati, dua ekor dipotong paksa, dan 15 ekor dijual oleh peternak.

Secara geografis, sebaran kasus PMK tertinggi sebelumnya sempat terkonsentrasi di lima wilayah, yaitu Kecamatan Puspo, Tutur, Purwodadi, Winongan, dan Pasrepan.

Di sisi lain, penanganan virus LSD mencatat hasil yang sempurna. Dari total 49 kasus yang pernah ditemukan, seluruh ternak dinyatakan telah sembuh total.

Tidak ada laporan mengenai ternak yang mati, dipotong paksa, maupun dijual akibat virus ini.

Sebelumnya, sebaran kasus LSD ini, sebagian besar ditemukan di wilayah Kecamatan Sukorejo, Winongan, Kejayan, Rejoso, dan Rembang.

Meski angka penularan terus melandai, Dinas Pertanian setempat menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan.

Melalui jaringan dokter hewan dan paramedis di setiap Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), pemantauan berkala tetap berjalan rutin.

Langkah preventif seperti edukasi kepada peternak, pengobatan intensif, pemberian vaksinasi booster, disinfeksi kandang, serta pengetatan lalu lintas pengiriman ternak antardaeran terus digalakkan.

Tujuannya, demi menjaga Kabupaten Pasuruan tetap aman dari penularan sekunder. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#ternak #kabupaten pasuruan #pmk #LSD #penyakit