Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Petugas Temukan Cacing Hati saat Periksa Hewan Kurban di Rejoso dan Pandaan Pasuruan

Rizal Syatori • Kamis, 28 Mei 2026 | 06:17 WIB
LIHAT DETAIL: Petugas paramedis kesehatan hewan melakukan pemeriksaan postmortem hewan kurban di wilayah Kecamatan Pandaan. (Foto: Istimewa)
LIHAT DETAIL: Petugas paramedis kesehatan hewan melakukan pemeriksaan postmortem hewan kurban di wilayah Kecamatan Pandaan. (Foto: Istimewa)

PANDAAN, Radar Bromo - Adanya hewan kurban yang di dalamnya terdapat cacing hati ditemukan di Kabupaten Pasuruan. Ini diketahui saat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, turun ke lapangan untuk melaksanaan pemeriksaan postmortem hewan kurban.

Pemeriksaan itu dilakukan persis saat hari Idul Adha, Rabu (27/5). Pemeriksaan dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH), hingga tempat pemotongan sementara di masjid-masjid, musala, pondok pesantren.

Pemeriksaan postmortem ini melibatkan tenaga dokter hewan, paramedis kesehatan hewan dan petuigas peternakan.

Postmortem dilakukan segera setelah proses penyembelihan dengan metode visual terhadap karkas dan organ-organ internal seperti hati, paru-paru, ginjal, limpa, serta kelenjar limfoid.

Pemeriksaan postmortem ini tentu lebih jelas dan valid. Karena hewan ternak meski secara visual terlihat sehat secara fisiknya, namun setelah disembelih kadangkala dijumpai cacing hati.

Saat pemeriksaan, petugas mengidentifikasi perubahan warna, ukuran, tekstur, atau temuan maskroskopis lain yang dapat mengindikasikan infeksi atau kelainan patologis.

"Saat pemeriksaan postmortem ini, ditemukan cacing hati atau fasciola hepatica pada sapi. Temuan itu, masuk ke kami ada di Kecamatan Rejoso dan Pandaan masing-masing satu ekor sapi," terang drh Panti Absari, medik veteriner ahli madya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan.

Adapun temuan cacing hati  didapati pada organ hati hewan kurban sapi. Masing-masing 3-4 cacing pada organ hati.

"Saat ditemukan ada cacing hati, organ tersebut tidak layak dikonsumsi sehingga wajib dibuang," bebernya.

Walau begitu, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan menyebut, cacing hati pada hewan yang disembelih untuk kurban merupakan hal yang wajar. Paling banyak dijumpai pada hewan ternak sapi, sedangkan untuk kambing dan domba tidak ada.

"Biasanya ini terjadi pada saat sapinya masih hidup, tidak pernah minum obat cacing. Harusnya minimal enam bulan sekali minum obat cacing," terangnya.         

Lalu berapa hewan kurban yang tercatat di Kabupaten Pasuruan? Untuk data global, berapa hewan yang disembelih  dan jumlah temuan cacing hati, masih belum diketahui.

Namun Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Saefi menuturkan, sampai pukul 15.30, total pemotongan hewan qurban di RPH Kabupaten Pasuruan berjumlah sapi 45 ekor, kambing 13 ekor dan domba empat ekor. “Dari jumlah tersebut, tidak ditemukan cacing hati pada hewan kurban untuk pemotongan di RPH,” beber Saefi. (zal/fun)

Editor : Abdul Wahid
#kurban #cacing hati #idul adha