PURWODADI, Radar Bromo-Nahas dialami Sugianto. Kakek 61 tahun asal Dusun Blimbing Barat, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan itu meninggal usai tertabrak kereta api (KA) commuter line Penataran.
Insiden memilukan itu terjadi Kamis pagi (21/5). Sekitar pukul 09.45 di Dusun Ngawen, Desa Parerejo, Purwodadi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pagi itu korban berjalan menyusuri rel kereta api dari arah utara ke selatan.
Saat sampai di lokasi kejadian, melintas KA komuter Penataran yang melintas berjalan searah.
"Kereta api sudah membunyikan klakson berkali-kali. Namun korban hanya diam dan tidak menghiraukan bunyi klakson, tetap berjalan ditengah rel,” ujar Kapolsek Purwodadi AKP M. Yusuf.
“Korban tertabrak kereta api dan meninggal dunia di lokasi kejadian," imbuhnya.
Mengetahui ada korban pejalan kaki tertabrak kereta api dan meninggal, KA sempat berhenti. Warga sekitar juga berdatangan ke TKP, begitu juga petugas dari Polsek Purwodadi.
Tak lama kemudian, jenazah korban dari TKP dibawa ke Puskesmas Purwodadi. Dari puskesmas, selanjutnya jenazah dibawa pulang ke rumah duka, urung diotopsi.
Sebab, pihak keluarga menerima kematian korban. Pihak keluarga pun membuat surat pernyataan.
"Informasi dari pihak keluarga, korban dalam kondisi tuli atau tuna runggu. Keluarga korban menerima sebagai musibah," terangnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi