Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Buntut 5 Siswa SDN Purwosari 1 Mual dan Muntah usai Minum Susu MBG, SPPG Martopuro 2 Pasuruan Dihentikan Sementara

Rizal Syatori • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:12 WIB
Ilustrasi AI.
Ilustrasi AI.

 

PURWOSARI, Radar Bromo–Insiden lima siswa SDN Purwosari 1 mual-mual dan muntah usai mengonsumsi susu dari MBG (Makan Bergizi Gratis), Senin (18/5) berbuntut.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Martopuro 2 yang mendistribusikan susu MBG ke sekolah-sekolah di Purwosari, Kabupaten Pasuruan ditutup sementara.

Basuni, penanggung jawab SPPG Martopuro 2 menjelaskan, penghentian operasional dimulai Selasa (19/5). 

SPPG Martopuro 2 akan beroperasi lagi sampai ada petunjuk lebih lanjut dari Balai Gizi Nasional (BGN).

“Pasca kejadian, operasional SPPG-nya berhenti sementara. Kami menunggu informasi dan arahan dari BGN,” ujarnya.

SPPG Martopuro 2 telah beroperasi sejak 13 April 2026, dengan melayani 19 sekolah dengan total 1.904 siswa.

Sebanyak 47 pekerja terlibat dalam operasional SPPG Martopuro 2.

Baca Juga: Lima Siswa SDN Purwosari 1 Pasuruan Alami Mual dan Muntah usai Minum Susu dari MBG

Susu MBG itu sendiri didistribusikan setiap pagi dari pabrik di Singosari, Kabupaten Malang. Susu ini berupa susu murni dalam kemasan cup yang disterilkan.

Basuni menegaskan, susu yang diberikan masih fresh dan tidak kedaluwarsa. Bahkan, kondisi siswa penerima susu MBG di sekolah lain aman.

Hanya di SDN Purwosari I yang lima siswanya mual dan muntah, sekitar pukul 08.55. Hal itu terjadi setelah siswa selesai olahraga.

“Hanya di SDN Purwosari I ada siswa yang mengalami mual dan muntah. Sekolah lain aman,” katanya.

Pihaknya, menurutnya, sudah berhati-hati dan selektif. Namun pasca kejadian itu, operasional dapur dihentikan.

“Ke depan, kami akan selektif memilih susu dan tetap menggunakan susu. Namun jenis yang berbeda,” ujar Basuni.

Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi Kepala BGN Kabupaten Pasuruan Aisha Rahma Tsania tentang upaya yang akan ditempuh selanjutnya menyikapi dugaan keracunan susu itu. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan sama sekali dari yang bersangkutan. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#martopuro #pasuruan #purwosari #Mbg #SPPG