PANDAAN, Radar Bromo – Ini jadi peringatan bagi para pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi mengantuk.
Karena bila tidak, kecelakaan serupa yang menimpa Subianto, 51, warga Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, bisa saja terjadi.
Sopir truk kontainer nopol B 9683 UIX itu mengalami microsleep hingga membuatnya kehilangan konsentrasi saat mengemudi.
Akibatnya, truk yang dikemudikannya menuju Kota Batu tersebut hilang kendali, naik ke median jalan, hingga merobohkan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU).
"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini adalah pengingat bagi semua sopir, terutama kendaraan besar, jika kantuk menyerang, pilihannya hanya satu yakni menepi dan istirahat. Jangan bertaruh nyawa di jalan," tegas Kanit Lantas Polsek Pandaan AKP Khojin.
Kecelakaan terjadi di jalan nasional ruas Surabaya–Malang, simpang tiga Bareng, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kamis (30/4) dini hari.
Insiden itu berdampak besar pada arus lalu lintas. Peti kemas yang diangkut truk terlepas dan terguling tepat di tengah badan jalan, menutup total akses kendaraan dari arah Surabaya menuju Malang.
Petugas terpaksa memberlakukan sistem contraflow sejak dini hari untuk mengurai antrean kendaraan yang mulai mengular.
Meski tidak ada korban jiwa, proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu lama.
Polisi harus mendatangkan dua unit crane dari Sidoarjo untuk mengangkat peti kemas. Jalur utama baru bisa dibersihkan dan kembali normal sekitar pukul 08.30.
"Kecelakaan akibat kantuk sering kali fatal. Beruntung saat kejadian kondisi jalan sedang sepi. Kami berharap ini menjadi pelajaran terakhir, keselamatan adalah yang utama, bukan kecepatan sampai di tujuan," bebernya. (zal/one)
Editor : Muhammad Fahmi