PRIGEN, Radar Bromo – Aksi premanisme jalanan kembali meresahkan warga di Dusun Konang, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Sebuah rekaman CCTV berdurasi 22 detik mendadak viral, setelah memperlihatkan momen mencekam yang terjadi pada Selasa (14/4) dini hari sekitar pukul 00.57.
Dalam video tersebut, dua pemuda yang tengah berteduh di sebuah gubuk tepi jalan, tiba-tiba disatroni oleh lima orang misterius yang mengendarai dua sepeda motor dari arah Pandaan.
Suasana berubah mencekam, ketika dua orang dari kelompok tersebut turun dari kendaraan sambil menghunuskan senjata tajam jenis parang dan glewang.
Mereka langsung merangsek maju dan mengejar kedua pemuda tersebut. Beruntung, kedua korban bereaksi cepat dengan melarikan diri ke arah pemukiman warga.
"Video rekaman CCTV-nya, viral di desa. Ada dua motor dengan jumlah terduga pelaku, lima orang dan dua di antaranya membawa sajam diduga gengster. Dua orang pemuda yang dikejar saat itu, sedang berteduh karena hujan," jelas Sekdes Sukoreno, Baron Efendy.
Meski tidak ada korban jiwa maupun kehilangan harta benda, keberanian para terduga pelaku membawa senjata tajam di tempat umum, memicu kekhawatiran besar.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi, bahkan sempat terbangun dan keluar rumah akibat kegaduhan tersebut.
Baron menambahkan, situasi ini sangat mengganggu ketenangan penduduk desa. "Tidak ada korban, juga tidak ada barang atau motor yang dicuri. Namun, tentunya kejadian ini sangat meresahkan warga di sekitar lokasi," ungkapnya.
Merespons keresahan warga, Kapolsek Prigen AKP Mulyono menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penelusuran intensif untuk mengidentifikasi identitas dan asal kelompok tersebut melalui pendalaman rekaman CCTV.
"Kami tindak lanjuti dan menelusuri kejadian tersebut. Belum bisa memastikan, apakah itu kelompok gengster atau geng motor. Juga dari mana asalnya masih ditelusuri," tegas Mulyono.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian berkomitmen meningkatkan intensitas patroli rutin, pada jam-jam rawan hingga menjelang subuh guna menjamin keamanan wilayah. (zal/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni