PANDAAN, Radar Bromo - Meski belum sepenuhnya hilang, jumlah ternak yang dinyatakan sembuh dari kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Pasuruan, terus meroket.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, total kasus akumulatif tercatat sebanyak 227 ekor.
Dari jumlah tersebut, angka kesembuhan mendominasi dengan total 180 ekor ternak yang telah sehat kembali.
"Saat ini kasus PMK di Kabupaten Pasuruan memang masih ada, namun jumlah ternak yang sakit tinggal sedikit. Sebaliknya, angka kesembuhan menunjukkan tren yang sangat positif," ujar drh. Panti Absari, Medik Veteriner Ahli Madya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan.
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan masa Ramadan dan Lebaran lalu, kondisi di lapangan saat ini jauh lebih terkendali.
Penurunan drastis ini menjadi sinyal positif bagi para peternak di wilayah Pasuruan.
Dari total 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan, sebaran kasus tertinggi tercatat berada di Kecamatan Puspo dengan 77 ekor.
Disusul oleh Kecamatan Purwodadi dengan 28 ekor dan Kecamatan Winongan sebanyak 23 ekor.
Sisanya tersebar di beberapa wilayah lain dengan jumlah yang jauh lebih kecil.
Secara rinci, dari 227 kasus tersebut, saat ini hanya tersisa 28 ekor ternak yang masih dalam masa pengobatan (sakit).
Sisanya tercatat dua ekor mati, dua ekor menjalani potong paksa, dan 15 ekor telah dijual oleh pemiliknya.
Meski tren melandai, pemerintah daerah menegaskan tidak akan lengah. Pemantauan intensif di lapangan terus dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus kembali.
"Kasus PMK tetap menjadi atensi utama kami. Langkah penanggulangan terus berjalan. Ternak yang sakit kita obati secara intensif, sementara ternak yang sehat terus kita dorong untuk mendapatkan vaksinasi sebagai langkah pencegahan jangka panjang," tegas Panti. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin