Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tak Merespons saat Dibangunkan, ART di Pandaan Pasuruan Ini Ternyata Meninggal Dunia

Rizal Syatori • Jumat, 27 Maret 2026 | 19:48 WIB
EVAKUASI: Jenazah korban, Supriyatin, saat dievakuasi ke rumah sakit. Ia meninggal dunia, diduga karena sakit asma yang diderita. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
EVAKUASI: Jenazah korban, Supriyatin, saat dievakuasi ke rumah sakit. Ia meninggal dunia, diduga karena sakit asma yang diderita. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

PANDAAN, Radar Bromo - Suasana tenang di Perumahan Batu Mas, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mendadak berubah gempar, Jumat (27/3) pagi.

Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Supriyatin, 47, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya yang terletak di lantai dua rumah majikannya.

Korban yang merupakan warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo ini, pertama kali ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 06.15 WIB.

Peristiwa ini terungkap saat sang majikan, berusaha membangunkan korban untuk memulai rutinitas pagi.

Kapolsek Pandaan, Kompol Slamet Prayitno, memaparkan, awalnya pemilik rumah, mencoba menghubungi telepon seluler korban dari lantai bawah.

Namun, meski telah dihubungi berkali-kali, tidak ada jawaban maupun tanda-tanda aktivitas dari kamar korban.

Merasa curiga, ia kemudian bergegas menuju kamar korban di lantai dua.

"Saksi berniat membangunkan korban secara langsung. Namun, saat mencoba membalikkan tubuh korban yang masih terbaring, saksi terkejut mendapati tubuh korban sudah dalam keadaan kaku dan tidak bernafas," jelas Kompol Slamet.

Sontak, ia langsung memanggil suaminya untuk memastikan kondisi korban. Setelah dipastikan meninggal dunia, pihak pemilik rumah segera melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pandaan.

Tak berselang lama, petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Pandaan tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Jasad Supriyatin kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju kamar jenazah RSUD Bangil guna menjalani visum luar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban.

"Dari keterangan pihak keluarga dan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asma. Diduga kuat, penyakit tersebut kambuh saat korban tengah beristirahat," tambah Kapolsek.

Pihak keluarga korban yang datang dari Probolinggo menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggapnya sebagai musibah.

Mereka secara resmi menolak proses autopsi dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai di hadapan petugas.

Jenazah korban pun langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pembantu #art #meninggal #sakit