Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jaga Tradisi Bangunkan Sahur, Komari Makin Semangat ke Masjid Al Hidayah Pandaan-Pasuruan

Rizal Syatori • Jumat, 6 Maret 2026 | 10:50 WIB

ISTIQAMAH: Komarin, penjaga waktu sahur dan imsak di Masjid Al Hidayah, Dusun/Desa Sebani, Kecamatan Pandaan.
ISTIQAMAH: Komarin, penjaga waktu sahur dan imsak di Masjid Al Hidayah, Dusun/Desa Sebani, Kecamatan Pandaan.

Enam tahun menjadi penjaga waktu imsak di Masjid Al Hidayah, Dusun/Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, tak membuat Komari bosan. Termasuk ketika kurang enak badan, ia masih memaksa ke masjid. Terlebih dengan dukungan penuh keluarga besarnya.

Saat Ramadan hampir di setiap masjid maupun musala, baik di perkotaan maupun pedesaan, terdapat orang yang bertugas khusus dan istiqamah membangunkan sahur warga. Sekaligus mengingatkan waktu imsak. Banyak cara yang digunakan. Di antaranya menggunakan beduk ataupun dengan pengeras suara masjid maupun musala.

Di Masjid Al Hidayah Dusun/Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, ada Komari. Pria 61 tahun ini istiqamah merawat tradisi Ramadan ini dengan penuh tanggung jawab. Saban pagi, ia tampil lebih awal di masjid. Membangun warga untuk makan sahur dan memberi warning ketika menjelang waktu imsak.

“Saya melakukannya karena panggilan hati. Sekaligus menjaga tradisi di tempat kami tinggal yang sudah berlangsung puluhan tahun. Ini saya lakukan berjalan enam tahun. Saya meneruskan petugas sebelumnya yang sudah meninggal dunia,” ujarnya ketika ditemui di Masjid Al-Hidayah.

Karena sudah terbiasa dan dilakukan setiap hari saat Ramadan, Komari mengaku tak merasa berat ketika harus bangun lebih awal. Tugasnya dimulai sekitar pukul 03.00. Begitu bangun, ia harus segera ke masjid yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.

Melalui pengeras suara di masjid, mantan kepala Dusun Sebani ini berusaha membangunkan warga. Tugas itu dilakukan antara 10-15 menit. Kemudian, dilanjutkan lagi 15 menit sebelum masuk waktu imsak.

“Di sela-sela waktu antara selesai membangunkan waktu sahur, kemudian mengingatkan imsak, saya pulang ke rumah sebentar untuk makan sahur bersama keluarga. Setelah selesai, balik ke masjid lagi sampai Subuh," terangnya.

Membangunkan warga untuk sahur dan mengingatkan masuknya waktu imsak, kata Komari, tidak membosankan. Malah sebaliknya, membuat lebih bersemangat untuk ke masjid. Apalagi istri dan anak-anaknya sangat mendukung terhadap tugas dan kebiasaannya itu.

“Meski hujan, kurang enak badan atau kurang fit, bukan penghalang. Saya tetap berangkat ke masjid melaksanakan tugas ini. Tidak ada bayaran. Saya melakukannya dengan suka rela dan karena kemauan sendiri. Juga menjaga tradisi,” ujar bapak dua orang anak ini.

Alumnus Pondok Pesantren Kramat, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, ini mengaku melaksanakan tugas ini sejak masih menjadi kepala Dusun Sebani. Pensiun dari kepala dusun, Komari memilih bertani dan beternak sapi.

Tak hanya tukang membangunkan warga untuk sahur, Komari juga menjadi imam salat rawatib, imam tarawih, dan khotib khotbah Jumat.

“Tentunya sesuai jadwal dan ada jadwalnya masing-masing,” ujar Ketua Takmir Masjid Al-Hidayah ini.

Komari mengaku akan terus melaksanakan tugas dalam membangunkan warga untuk sahur dan mengingatkan waktu imsak. Meski usianya sudah tidak muda lagi, ia belum berpikir untuk “pensiun” dari tugas ini.

“Sampai tua dan semampu serta sekuat saya,” ujarnya. (rizal fahmi syatori/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#pasuruan #Pandaan #masjid