GEMPOL, Radar Bromo-Kawasan permukimannya kerap terendam banjir saat penghujan, membuat sejumlah warga Dusun Melian, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan gerah.
Minggu pagi (1/3) sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa. Aksi itu digelar di tepi jalan nasional ruas Pasuruan - Mojokerto, Dusun Melian, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol.
Ada puluhan warga yang ikut dalam aksi itu. Mulai bapak-bapak dan ibu-ibu hingga pemuda desa setempat.
Mereka menggelar aksi dengan membawa sejumlah spanduk. Diantaranya bertulis: "Kampung Kami Banjir Jalan Raya Kami Tutup!!!, “Kami Warga Kejapanan Ingin Bebas Banjir”.
Puasa Ramadan rupanya tak menyurutkan niat warga untuk tetap menggelar aksi unjuk rasa.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan dengan memakan sedikit badan jalan itu pun mendapatkan pengamanan dari Polsek dan Koramil Gempol. Pagi itu juga, petugas standby di lokasi.
"Aksi ini dilakukan spontanitas. Sebab, kampung kami saat musim hujan jadi langganan banjir. Air masuk ke dalam rumah warga, sampai setinggi lutut orang dewasa," keluh Nardi, salah seorang warga.
Warga pun mengajukan sejumlah tuntutan dalam aksi itu. Antara lain, minta dilakukan normalisasi saluran air atau selokan jalan raya.
Ada juga juga pelebaran u-ditch saluran air yang selama ini sempit. Hanya sekitar satu meter saja.
Itupun banyak terdapat kabel dan pipa PDAM, sehingga membuat sampah tersumbat.
Selain itu, warga juga mendesak dilakukan normalisasi dan penggantian u-ditch saluran air melintang di bawah jalan dengan lebar hanya sekitar dua meter saja.
"Selain dilebarkan, juga langsung diarahkan dibuang ke sungai carat yang besar dan mengalir langsung ke Kali Porong," jelas Kades Kejapanan Rendi Saputra.
Aksi unjuk rasa itu hanya berlangsung singkat. Sekitar pukul 10.00 pagi, aksi berakhir. Warga pun kembali kerumah masing-masing.
"Senin (2/3) kami dari pemdes bersama perwakilan warga Dusun Melian, melayangkan surat ke BBPJN Jawa Bali. Tujuannya untuk pengajuan normalisasi saluran dan sekaligus pelebarannya, sesuai dengan tuntutan warga," terangnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi