PANDAAN, Radar Bromo–Aksi nekat dilakukan BS, 39, seorang lelaki warga Dusun Kesemi, Desa Sebani, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Saat banyak warga yang bangun untuk makan sahur, dia malah mencuri seekor ayam di desa tetangga. Beruntung, aksinya itu kepergok korban, Achmad Dul Mukti, 35.
Pencurian itu terjadi Jumat (27/2), pukul 03.00 di Dusun Patebon RT 01/RW 04, Desa Kebonwaris, Pandaan.
Saat itu korban yang sehari-hari berjualan sate ayam sedang bangun untuk persiapan sahur di rumah kontrakannya.
Dia lantas keluar rumah untuk mengambil sesuatu. Tanpa disengaja, korban memergoki BS membawa kabur seekor ayam miliknya.
Mengetahui ayamnya dicuri, warga Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, itu spontan mengejar pelaku sambil berteriak maling. Karena panik, BS langsung melepas ayam milik korban.
Namun korban enggan berhenti. Dia terus mengejar BS. Hingga sekitar 50 meter dari rumah kontrakannya, korban berhasil menangkap BS.
"Dia sempat lari sekitar 50 meter, sampai akhirnya berhasil saya amankan. Ayamnya satu ekor sudah dibawa kabur, tapi dilepas pas saya kejar," terang korban ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (27/2) pagi di Polsek Pandaan.
Sejumlah warga yang mendengar kegaduhan kejar-kejaran itu, langsung keluar rumah.
Emosi warga tak terbendung saat melihat BS tertangkap. Tanpa ampun, BS menjadi sasaran amukan warga. Dia dipukuli hingga luka-luka.
Petugas dari Polsek Pandaan yang menerima laporan segera tiba di tempat kejadian perkara.
BS langsung diamankan dari kerumunan warga. Kemudian, dibawa ke Mapolsek Pandaan untuk menjalani pemeriksaan.
Pada petugas, BS mengaku nekat mencuri ayam karena warung kopi miliknya sedang sepi. Sementara dia sedang butuh uang.
BS sendiri tidak sendirian beraksi. Ia datang ke lokasi dengan naik ojek bersama rekannya berinisial B, warga Desa Randupitu, Kecamatan Gempol.
"Saya tiap harinya buka warkop. Karena sepi dan butuh uang, nekat mencuri ayam ini," kata BS, ditemui di Mapolsek Pandaan.
Meski sempat memanas, kasus ini diselesaikan dengan damai. Kanitreskrim Polsek Pandaan Ipda Binsar Manurung menyatakan, kedua pihak sepakat menempuh jalur kekeluargaan dan tidak saling menuntut di kemudian hari.
"Kedua belah pihak sepakat damai, disaksikan carik dan babinsa setempat,” terangnya. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi