PASURUAN, Radar Bromo– Penertiban tempat prostitusi terselubung di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/2) sore, diwarnai insiden pencatutan nama pejabat Satpol PP.
Salah satu pengelola diduga menyebut nama kepala bidang (kabid) untuk saat operasi imbauan menjelang Ramadan tersebut.
Razia yang digelar sekitar pukul 14.30 itu awalnya berjalan lancar. Namun situasi memanas ketika seorang muncikari melontarkan kalimat bernada protes yang mengesankan adanya kedekatan dengan pejabat internal Satpol PP.
“Kok Pak Wn (salah satu kabid) tidak telepon dulu?” ucapnya di hadapan petugas.Tak hanya itu, dua pria bertubuh kekar sempat muncul di lokasi dan mempertanyakan penanggung jawab operasi dengan nada tinggi, sehingga memicu ketegangan di lokasi penertiban.
Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Suyono, menegaskan timnya tetap bertindak sesuai prosedur dan tidak terpengaruh upaya intimidasi maupun pencatutan nama pejabat.
“Kami datang untuk memberikan imbauan. Jangan ada yang beroperasi selama Ramadan,” tegasnya.
Menurut Suyono, operasi tersebut merupakan peringatan terakhir bagi pengelola agar menghentikan aktivitas selama bulan suci.
Langkah itu sekaligus penegakan Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.
Senada, Kasi Trantib Kecamatan Purwosari, Romeo, menyebut penertiban merupakan tindak lanjut rapat koordinasi bersama unsur kecamatan, lurah, dan kepala desa untuk mensterilkan wilayah dari aktivitas hiburan malam selama Ramadan.
“Jauh sebelumnya kami sudah tekankan kepada lurah dan kepala desa untuk memastikan wilayahnya tidak ada tempat hiburan yang beroperasi selama Ramadan,” katanya.
Aksi berani Satpol PP ini mendapat suntikan dukungan dari kalangan legislator. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono, mengapresiasi inisiatif tersebut.
Menurutnya, ketenangan masyarakat dalam beribadah adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Kalau tujuannya untuk imbauan Ramadan, itu sangat bagus dan kami dukung penuh. Masyarakat perlu ketenangan dan kekhusyukan saat menjalankan ibadah puasa. Jangan sampai diganggu oleh hal-hal yang merusak moral,” tandas Rudi. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid