PRIGEN, Radar Bromo- Ramadan 1447 Hijriah, tinggal hitungan hari. Pemkab Pasuruan, berusaha memastikan harga dan kebutuhan bahan pokok di pasaran aman. Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar daerah.
Minggu (15/2), sejumlah pasar didatangi. Di antaranya, Pasar Ngempit, Pasar Wonorejo, Pasar Purwosari, Pasar Sukorejo, dan Pasar Prigen. Dalam sidak, Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony didampingi sejumlah staf dan masing-masing pengelola pasar.
Mereka mendatangi sejumlah pedagang. Mulai dari kios-kios sembako, lauk pauk, sayuran, dan lain-lain. “Ini kami lakukan untuk memastikan harga dan kebutuhan bahan pokok, termasuk sembako, menjelang Ramadan, masih terjangkau, bahan mencukupi, dan stok aman," ujar Taufik.
Setelah mendatangi lima pasar daerah, Taufik memastikan, stok bahan pokok masih aman. Namun, daya beli masyarakat ke pasar daerah berkurang. Ini hampir merata di semua pasar daerah, termasuk di lima pasar daerah yang di-sidak. “Berkurangnya daya beli ini, karena kalah dengan belanja online," ungkapnya.
Ia mengatakan, sidak dilakukan juga untuk memastikan staf pasar bekerja dengan baik. Termasuk menarik retribusi sesuai ketentuan. Menginggat sepanjang 2025, target pendapatan asli daerah (PAD) yang mencapai Rp 5.783.124.995, hanya terealisasi Rp 5.226.475.413. Atau, hanya 90,37 persen dari target.
Salah seorang pedagang sembako dan bahan pangan di Pasar Prigen Nanang mengatakan, stok barang mencukupi. Harganya terjangkau serta terkendali.
“Hanya pengiriman beras agak tersendat dalam beberapa hari terakhir. Baik beras premium maupun medium. Menginggat permintaan tinggi jelang Ramadan,” ujarnya. (zal/rud)
Editor : Fahreza Nuraga