PANDAAN, Radar Bromo– Tujuh hari lamanya Siti Aminah, 66, tak terlihat di rumahnya di Lingkungan Wringinanom RT 3/RW 6, Kelurahan Jogosari, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Hingga akhirnya, dia ditemukan meninggal di hari kedelapan, Jumat (2/1).
Korban ditemukan setelah tetangga sekitar mencium bau tak sedap di sekitar rumah korban, sekitar pukul 14.00.
Saat itu, Imam Khanapi, 49, dan Sutrisman, 60, yang mencium bau tak sedap itu.
Keduanya curiga, bau itu berasal dari dalam rumah korban. Mereka pun segera mengecek rumah korban. Namun pintu rumah terkunci.
Tidak mau buang waktu, Khanapi lalu mendobrak pintu depan rumah korban.
Saat itulah, korban ditemukan tergetak di lantai dalam keadaan meninggal. Tubuh korban mulai busuk dan membengkak, bahkan dipenuhi belatung.
Saat itu juga, keduanya menghubungi petugas Bhabinkamtibmas dan perangkat desa setempat. Kemudian, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pandaan.
“Menurut keterangan warga sekitar, korban hidup seorang diri. Biasanya setiap pagi korban berjualan di pasar Pandaan,” kata Kapolsek Pandaan AKP Dante Anam Irawanto.
Namun sejak Jumat (26/12), korban tidak terlihat beraktivitas. Warga sekitar pun tidak menaruh curiga. Sebab, selama ini korban baik-baik saja. Hingga akhirnya, korban ditemukan meninggal.
Petugas Polsek Pandaan yang mendapat laporan, langsung datang ke TKP. Mereka mengecek dan olah TKP, mencatat saksi-saksi dan meminta keterangan dari mereka. Lalu melakukan lidik lebih lanjut serta dokumentasi.
Keluarga korban juga datang ke lokasi hari itu. Pada petugas, keluarga mengatakan bahwa korban selama ini sakit.
Karena itu, keluarga menolak korban divisum dengan membuat surat pernyataan menolak.
“Pihak keluarga menyatakan menolak untuk visum luar dan dalam (otopsi). Sebab, keluarga menyadari bahwa korban meninggal dalam keadaan sakit,” sampainya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi