UPAYA menjaga keseimbangan lingkungan kawasan hulu di lereng Arjuno terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Kolaborasi ini dilakukan PT JAI Gempol Pasuruan bersama Yayasan Satu Daun dan pegiat lingkungan Baladaun, yang menanam 1.500 pohon di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (14/12).
Kegiatan ini bertema “Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Masa Depan Industri yang Berkelanjutan.”
Sebuah aksi yang difokuskan pada kawasan lereng pegunungan, yang memiliki fungsi ekologis penting. Terutama sebagai daerah resapan air dan penyangga sumber mata air bagi wilayah sekitarnya.
Presiden PT JAI Gempol Pasuruan, Mr. Takahiro Suzuki, hadir langsung bersama jajaran manajemen perusahaan. Dia menyampaikan, Yazaki Group berdasarkan piagam lingkungan global isu menyadari bahwa upaya kelestarian lingkungan bumi dan penyelesaian permasalahan lingkungan juga merupakan salah satu isu penting yang menjadi tanggung jawab bersama umat manusia.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat di mana semua makhluk hidup di bumi. Ini merupakan bentuk kehidupan dapat hidup dengan sejahtera.” ujarnya.
Ketua Yayasan Satu Daun, Diono, menjelaskan bahwa penanaman pohon di kawasan hulu merupakan langkah strategis dalam menjaga siklus hidrologi.
Vegetasi berperan penting dalam meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan, serta menjaga keberlanjutan sumber mata air.
“Kolaborasi dengan dunia industri menjadi nilai penting dalam kegiatan ini. Ketika konservasi lingkungan dipadukan dengan penguatan ekonomi berkelanjutan, manfaatnya akan dirasakan lebih luas,” katanya.
Pegiat lingkungan Baladaun Mertasari, Kariadi menekankan bahwa kawasan Arjuno memiliki fungsi vital sebagai wilayah tangkapan air.
“Vegetasi yang terawat membantu menjaga struktur tanah dan ketersediaan air. Ini penting untuk keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Penanaman pohon ini memberikan manfaat langsung bagi desa. Baik dari sisi pelestarian lingkungan maupun peluang pengembangan ekonomi berbasis pertanian. (ran/fun/*)
Editor : Abdul Wahid