GEMPOL, Radar Bromo -Agus Sulaiman Fadeli alias ASF, 30, buron kasus begal alias pencurian dengan kekerasan (curas) yang membacok polisi di Lumajang telah tewas didor. Dari catatan polisi, ia merupakan pelaku begal lintas daerah.
Warga Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, itu diketahui pernah beraksi di Lumajang, Jember, Probolinggo hingga Pasuruan.
Dari ASF, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain satu buah HP, satu buah helm warna hitam, satu buah sarung dan satu buah celurit.
Beberapa komplotan ASF sendiri disebutkan sudah banyak yang tertangkap lebih dulu.
Sebelum beraksi, ASF biasanya keliling mengendarai motor untuk mencari mangsa. Dia biasa memakai helm dan membawa celurit.
“Selama ini dia dikenal sadis dan raja tega, tak segan melukai korbannya dan juga petugas," terang Kanit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP M Fauzi.
ASF sendiri sudah dua kali diamankan petugas karena aksi curas yang dilakukannya. Masing-masing di Lumajang dan Probolinggo.
"Sekitar bulan Oktober, dia merampas motor di siang hari. Korbannya guru, TKP-nya di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang," ungkapnya.
ASF akhirnya tewas ditembak anggota Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (15/12) pukul 01.00.
ASF ditembak karena menyerang petugas dengan celurit saat akan ditangkap di Dusun Jurang Pelen I, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
"Pelaku ASF berusaha menyerang petugas menggunakan celurit saat akan diamankan. Akhirnya petugas melakukan tindakan tegas, menembak dadanya sebelah kiri dua kali,” beber Panit Opsnal Unit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Iptu Ario Senopati.
Saat itu juga, pelaku dilarikan ke RS Bhayangkara Surabaya untuk mendapat pertolongan medis. Namun, ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Ario menjelaskan, ASF adalah residivis curanmor sebanyak dua kali. Spesialisasinya yaitu curas antardaerah.
Selama beraksi, dia dikenal sebagai raja tega. ASF tak segan melukai korban atau petugas yang hendak mengamankannya.
ASF bahkan membacok Aiptu Kurniawan, anggota Polsek Ranuyoso, Polres Lumajang, Kamis (11/12) pekan lalu, sekitar pukul 12.30.
Akibatnya, korban mengalami luka bacok di tangan, perut, dan kepala. Sementara korban sendiri saat itu tidak dipersenjatai senpi.
Pembacokan terjadi saat Aiptu Kurniawan akan mengamankan ASF. Namun, ASF melawan dengan cara membacok korban menggunakan celurit. Kemudian, kabur menggunakan motor.
“Kami (Tim Jataras Polda Jatim, Red) sebenarnya sudah tiga kali menggerebek ASF dan hendak menangkapnya. Namun, ASF selalu berhasil lolos,” lanjut Ario.
Hingga akhirnya, Minggu (14/12) sore pergerakannya diketahui Tim Jatantras Polda Jatim. ASF didapati sedang dibonceng seseorang tidak dikenal mengendarai motor Honda Beat biru dan menggunakan helm di Probolinggo.
Saat itu juga, petugas membuntuti ASF mulai dari Probolinggo. Petugas terus membuntuti ASF, hingga dia masuk wilayah Kabupaten Pasuruan pada Minggu malam.
"Dia kemudian masuk ke Dusun Pelem di Bulusari, Gempol. Petugas berusaha menghentikan dia. Namun, dia berhasil lolos lagi," tambah Kanit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP. M. Fauzi.
Tak mau kehilangan buruannya, petugas terus mengejar ASF hingga ke Dusun Jurang Pelen I, Desa Bulusari, Gempol. Di sini, petugas memepet motor ASF. Membuatnya jatuh bersama motornya.
Begitu ASF jatuh, petugas langsung bergerak untuk mengamankan. Namun, ASF melawan dan menyerang petugas dengan celurit.
"Pas jatuh itulah, ASF segera diamankan. Namun, dia malah melawan dan menyerang pakai celurit. Akhirnya dilakukan tindakan tegas, menembak pelaku mengenai dadanya sebelah kiri," lanjut Fauzi.
Ada pun rekan ASF atau joki motor berhasil kabur. Belum diketahui, apakah joki motor itu terlibat dalam tindak kejahatan yang dilakukan ASF atau tidak.
"Joki motornya saat ini dalam lidik. Belum kami ketahui apakah dia juga pelaku atau bukan. Target kami adalah ASF," tandasnya. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi