TUTUR, Radar Bromo-Wisatawan yang berkunjung ke Bromo via Nongkojajar, Pasuruan kini kian mudah untuk mendapat layanan perbankan.
Itu lantaran di kawasan setempat kini didapati anjungan tunai mandiri (ATM) yang bisa memudahkan wisatawan melakukan transaksi keuangan.
ATM itu dibangun oleh PT Eka Timur Raya (Etira) sebagai bentuk nyata mempermudah akses karyawan dan masyarakat terhadap layanan perbankan.
Untuk membangun ATM BCA itu, PT Eka Timur Raya menjalin kerja sama strategis dengan Bank BCA.
ATM itu dibangun di Jalan Raya Bromo, Dusun Krajan 1, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Peresmian ATM BCA itu digelar di tanggal cantik; Selasa (11/11). Turut hadir dalam peresmian itu, sejumlah pejabat.
Mulai perwakilan dari Dinas Pariwisata, Camat Tosari Bachtiar, Sekretaris Camat Tutur, perwakilan Polsek Nongkojajar, perwakilan Polsek Tosari, perwakilan Danramil Nongkojajar, perwakilan Danramil Tosari dan Kepala Desa Ngadirejo Muliono.
Hadir juga Mevita perwakilan dari BCA Borobudur, Malang. Serta karyawan PT Etira.
Kabag HRD PT Etira Haydar menerangkan, gagasan pembangunan ATM BCA itu lahir pada tahun 2025. “Ini bukanlah perjalanan yang singkat. Di balik terwujudnya fasilitas ini, terdapat berbagai tantangan, proses perencanaan yang matang, serta kolaborasi lintas pihak yang berorientasi pada kemajuan bersama,” ujarnya.
“Berkat kerja keras, sinergi, dan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, akhirnya pada hari yang berbahagia ini, fasilitas tersebut dapat diresmikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuh Haydar.
Lebih jauh ia memaparkan, kehadiran ATM BCA itu bisa memudahkan warga dalam melakukan berbagai transaksi perbankan, secara lebih cepat, aman, dan efisien.
Lebih dari sekadar layanan finansial, keberadaan ATM ini juga memiliki makna sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kemudahan berwisata di kawasan sekitar Gunung Bromo, memperkuat program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Pasuruan.
“Kini, masyarakat maupun wisatawan tidak lagi perlu mengalami kesulitan dalam mengakses layanan perbankan atau mengambil uang tunai selama beraktivitas di wilayah ini,” jelasnya.
Editor : Muhammad Fahmi