Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Innalillahi, Wanita asal Sidoarjo Meninggal Setelah Terjatuh Dari Motor karena Dijambret di Pandaan Pasuruan

Rizal Syatori • Rabu, 5 November 2025 | 23:57 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

PANDAAN, Radar Bromo-Nasib nahas dialami Sri Sulastri, 55. Ibu rumah tangga asal Kelurahan Sidokerto, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, meninggal dunia, Rabu (5/11) pagi.

Wanita yang selama ini tinggal di rumah kontrakan di Dusun Wangi, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, meninggal setelah terjatuh dari motornya.

Tragisnya, dia terjatuh dari motor setelah menjadi korban penjambretan jalan kabupaten jurusan Pandaan - Beji, depan pabrik PT. FINEXCO Prima, Dusun Wangi, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan.

Akibat terjatuh dari motor, korban mengalami luka-luka. Di bagian kepalanya ada benjolan dahi sebelah kanan, kepala belakang robek, lecet pipi kiri.

Begitu juga dengan tangan kanan, kaki kanan dan siku kanannya, mengalami luka lecet. Korban dinyatakan meninggal dunia saat berada di rumah sakit.

Informasi, insiden tersebut terjadi Rabu (5/11) sekitar pukul 07.30. Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com dari Polsek Pandaan, pagi itu korban mengendarai motor Honda Scoopy seorang diri dan tanpa menggunakan helm.

Kabarnya, dia sedang dalam perjalanan ke rumah kontrakannya setelah dari pulang berbelanja di Pasar Pandaan.

"Sesampainya di TKP korban di pepet dua orang laki-laki tidak dikenal, mengendarai motor jenis Honda CB 150 R warna putih. Kemudian orang yang dibonceng tersebut menarik kalung emas korban dan terjatuh dari motor," jelas Kapolsek Pandaan AKBP. Bambang Sucahyono.

Sesaat setelah kejadian, korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS. Prima Husada, Kecamatan Sukorejo untuk perawatan medis. Karena mengalami sejumlah luka-luka pada tubuh atau badannya.

"Meninggalnya korban saat berada di rumah sakit. Korban kasus penjambretan, bukan laka lantas," kata kapolsek.

Dari RS. Prima Husada, jenazah korban sempat dibawa ke RS. Bhayangkara, Porong, Sidoarjo untuk diakukan otopsi.

Namun pihak keluarga melakukan penolakan. Sekaligus membuat surat pernyataan penolakan.

"Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi pada jasad korban. Selanjutnya dibawa ke rumah duka, untuk dimakamkan. Terkait kasusnya saat ini masih dalam lidik," bebernya. (zal/fun)

Editor : Fandi Armanto
#polsek pandaan #Pandaan #meninggal #jambret #terjatuh dari motor #honda scoopy