PRIGEN, Radar Bromo – Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan soal Pembahasan Pembangunan Real Estate di kawasan lereng Arjuno - Welirang, Kecamatan Prigen langsugn tancap gas.
Pasca dibentuk Senin (27/10), mereka langsung bekerja dengan menyurvei kawasan yang diproyeksikan untuk pembangunan real estate, kemarin (29/10).
Ada dua titik yang dijujuki. Pertama titik masuk via Jalan Letkol Telwe atau Pak Diran.
Titik berikutnya, berada di samping Foresta. Keduanya sama-sama masuk wilayah Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen.
Para rombongan menggunakan motor dan mobil menuju Pencalukan, Kecamatan Prigen.
Mereka kemudian berjalan kaki, menuju kawasan hutan. Di mana, tanaman kopi dan pinus mendominasi kawasan yang berada di ketinggian sekitar 800-1000 meter dari permukaan air laut.
"Kami sengaja survei ke lokasi, untuk melihat kondisi riil di lapangan. Sehingga, bisa mengetahui batas-batasnya di mana saja,” kata Ketua Tim Pansus, Sugiyanto.
Legislator dari Fraksi PDIP ini mengatakan, setelah pansus dibentuk, pihaknya sengaja memilih untuk turun ke lapangan.
Bukan sekedar seremonial. Hal ini bentuk komitmen dalam membantu, mendukung dan menerima aspirasi dari masyarakat.
"Dengan melihat langsung di lapangan, kami bisa mengetahui lebih detail. Baik kondisi hutannya, kemiringan, topografi dan yang lainnya,” beber politisi asal Pencalukan, Kecamatan Prigen ini.
Senada disampaikan Wakil Ketua Tim Pansus, Tri Laksono Adi. Ia mengaku, baru pertama kalinya ke lokasi.
"Ternyata ini masuk kawasan hutan lindung. Benar-benar menjadi resapan air dan penyangga dari bencana,” sampainya.
Aan-sapaan akrabnya-menambahkan, tidak bisa membayangkan, kalau kemudian di kawasan tersebut dibangun real estate.
"Bisa menjadi bencana. Wajar bila dikhawatirkan oleh masyarakat. Jika kemudian alih fungsi dilakukan, bencana yang terjadi bisa lebih besar dibanding tahun 2023 lalu," tegasnya.
Terpisah, salah warga Kelurahan Pecalukan sekaligus Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (GEMA DUTA) Priya Kusuma sangat mengapresiasi kedatangan tim Pansus dari DPRD Kabupaten Pasuruan.
Dengan datang langsung, mereka akan mengetahui pasti kondisi di lapangan.
"Harapan kami dari kunjungan ke lokasi ini, anggota DPRD mempunyai pandangan yang riil yang nyata. Oh ya, ternyata ini adalah salah satu benteng pertahanan terakhir kita," ungkapnya.
Karena di atasnya, lahan yang sudah ditukar gulingkan seluas 22,5 hektare, tegakkannya sudah tidak terlalu banyak.
"Jika itu kemudian dibangun real estate, sangat-sangat akan terdampak," jelasnya. (zal/one)
Editor : Fahreza Nuraga