Langkah ini dilakukan, untuk memastikan kesiapan siswa dan sarana penunjang yang ada menghadapi pelaksaan TKA untuk pertama kalinya dalam ajaran baru tahun ini.
Program dari Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tersebut, bakal dihelat dalam dua gelombang, 3-6 November 2025.
“Ini ditujukan untuk melihat potensi - potensi dimiliki oleh murid kita selama pembelajaran tiga tahun. Tapi bukan persyaratan bagi kelulusan. Ini adalah bagian dari bagaimana melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dengan modal TKA. Jalur prestasi bisa dengan TKA," jelas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aris Agung Paewai seusai mendampingi Gubernur Jatim meninjau kegiatan tersebut.
TKA ini merupakan kali pertama digelar untuk tahun ajaran 2025 - 2026 ini. Mulai jenjang SMA dan SMK, juga SLB dan Paket C.
"Kedatangan ibu gubernur, menjadi semangat bagi kami. Beliau melihat secara langsung kesiapan TKA, kesiapan anak-anak menghadapi TKA nanti," tuturnya.
Terpisah, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Mustakim menguraikan, TKA bertujuan untuk memberikan data capaian akademik secara obyektif. Berbeda dengan ujian nasional.
"Karena tidak menentukan kelulusan dan bersifat opsional. Menjadi pertimbangan masuk ke perguruan tinggi," bebernya.
Ia menuturkan, TKA ini diperuntukkan bagi pelajar di jenjang SMA, SMK, SLB dan paket C.
Adapun TKA untuk SD dan SMP, pelaksanaannya tahun ajaran berikutnya. Tepatnya, sekitar Maret 2026.
"Mata ujinya adalah mata pelajaran wajib. Meliputi Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Juga ada mata pelajaran pilihan, meliputi bahasa asing, proyek kreatif, kewirausahaan, ekonomi, sosiologi, geografi, biologi, fisika, antropologi dan lain-lain," ungkapnya. (zal/one)
Peserta TKA di Provinsi Jatim Tahun Ini
SMA : 171.502 siswa
SMK : 218.401 siswa
SLB : 283 siswa
Paket C : 16.326 siswa
Sumber : UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim
Editor : Moch Vikry Romadhoni