PANDAAN, Radar Bromo - Pemkab Pasuruan bersiap melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan.
Proyek ambisius ini diharapkan menjadi salah satu ikon wisata ekonomi baru di Kabupaten Pasuruan.
Untuk mematangkan langkah tersebut, pemkab menyiapkan anggaran sekitar Rp 900 juta yang dialokasikan khusus untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Rancangan ini akan menjadi dasar utama pembangunan fisik, yang ditargetkan mulai digarap pada tahun 2026 mendatang.
Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo mengatakan, penyusunan DED menjadi tahap penting sebelum revitalisasi dilakukan.
Konsep pasar wisata kali ini, akan berbeda dibanding proyek perbaikan tahun sebelumnya.
“Kami ingin Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan tampil lebih modern, bersih, dan tertata. Karena itu, perencanaannya harus matang, agar pembangunan bisa terarah. Revitalisasi ini kami usulkan ke pemerintah pusat, mudah-mudahan bisa terealisasi tahun depan,” ujarnya.
Menurut Mas Rusdi-sapaannya-revitalisasi ini tidak hanya soal mempercantik tampilan pasar.
Tapi juga mendorong geliat ekonomi masyarakat, di sekitar kawasan wisata.
Dengan wajah baru yang lebih representatif, Pasar Wisata Cheng Hoo diharapkan menjadi magnet wisatawan, sekaligus pusat aktivitas ekonomi rakyat.
“Kalau pasarnya bagus, pengunjung senang datang, pedagang juga ikut sejahtera. Harapan kami, pasar ini bisa menjadi kebanggaan warga Kabupaten Pasuruan,” tambahnya.
Rencananya, konsep baru Pasar Wisata Cheng Hoo akan menggabungkan unsur wisata kuliner, seni budaya, dan cinderamata lokal.
Pemkab juga tengah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta, untuk mendukung pengembangan kawasan agar lebih berkelanjutan. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin