Begitu pula atapnya, sisi sebelah timur banyak yang berlubang hingga catnya kusam. Kerusakan ini perlu dibenahi karena menjadi ikon wisata di dataran tinggi khususnya puncak Tretes.
"Kerusakan yang ada di bangunan gapura ini, sampai dengan sekarang belum juga dilakukan perbaikan sama sekali. Padahal sudah lama, sekitar dua tahunan atau lebih," kata Udin, 34, pengguna jalan asal Tretes, Prigen tiap harinya lewat jalan digapura tersebut berada.
Terkait ini, ditanggapi Camat Pandaan Timbul Wijaya. Dihubungi Jawa Pos Radar Bromo kemarin (19/10) via telepon.
"Aset tersebut sudah saya telusuri tidak ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang mencatat aset tersebut," terangnya.
Kata Timbul, gapura tersebut dulunya dibangun oleh pihak swasta. Seharusnya diserahkan ke pemda dan dicatat sebagai aset kabupaten. “Sehingga perbaikan belum bisa dilakukan,” imbuhnya. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid