Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lautan Manusia Ambyar Bareng Denny Caknan di Penutupan Pekan Raya Pasuruan 2025

Inayah Maharani • Kamis, 2 Oktober 2025 | 00:33 WIB

AMBYAR BARENG: Denny Caknan saat tampil di hari terakhir Pekan Raya Pasuruan 2025. Inset lautan manusia ambyar bareng di hari terakhir Pekan Raya Pasuruan 2025.
AMBYAR BARENG: Denny Caknan saat tampil di hari terakhir Pekan Raya Pasuruan 2025. Inset lautan manusia ambyar bareng di hari terakhir Pekan Raya Pasuruan 2025.
 

PANDAAN, Radar Bromo-Penyanyi Denny Caknan selalu mendapatkan tempat spesial di hati penggemarnya. Hadir di hari terakhir Pekan Raya Pasuruan 2025, kehadirannya disambut antusias para penggemarnya.

Puluhan ribu penonton bahkan memadati Taman Candra Wilwatikta (TCW) Pandaan, Kabupaten Pasuruan, tempat Denny tampil di Pekan Raya Pasuruan 2025. Mereka rela berdesakan dan berebut posisi strategis demi melihat penampilan sang idola lebih jelas.

Ruas jalan raya Pandaan-Prigen sempat dibuat macet. Saking penuhnya, amphitheater tak menampung. Banyak penonton tertahan di luar arena Amphiteater.

Denny bahkan dibuat geleng-geleng kepala saat menyaksikan puluhan ribu penonton di TCW. Mereka memadati sekeliling panggung, membuat suasana malam yang dingin jadi hangat.

Woh cek akehe rek sing teka, iki wong kabeh ta (banyak sekali yang datang. Manusia semua ta?),” ujarnya dengan nada kaget dan takjub.

Malam itu, Denny pun tampil maksimal. Dia menyanyikan beberapa lagu, menyihir para penontonnya. Membuat  mereka ikut bernyanyi, dari awal hingga akhir. Mulai Cundamani, Sinarengan, Kartononyono Medot Janji, hingga lagu Pamer Bojo dari mendiang Didi Kempot.

Denny juga sempat mengajak sang istri, Bella Bonita untuk nyanyi bersama di panggung. Mereka berdua menyanyikan lagu bertajuk Sinarengan.

Kata Denny, lagu itu khusus dia ciptakan untuk sang istri. Lagu romantis itu pun menjadi salah satu song list Denny yang banyak dinanti penonton. “Dia yang menginspirasi saya membuat lagu ini,” kata Denny. 

Beberapa lagu yang dinyanyikan Denny malam itu, memang personal. Selain Sinarengan, ada juga lagu Cundamani yang dibuat untuk sang anak tercinta, Sabil Matarungga Cundamani atau biasa dipanggil Cunda.

Ada pula lagu Kartonyono Medot Janji yang membuatnya bisa seterkenal sekarang. “Ini lagu pertama saya yang membuat saya bisa berdiri di sini sekarang,” katanya.

 Denny juga menyanyikan lagu mendiang Didi Kempot yang dianggap sebagai sang guru dalam bermusik. Membuat dahaga para penggelar mendiang Didi Kempot juga terpuaskan.

Tidak hanya lagu dan penampilannya yang memesona. Denny sempat membuat penontonnya riuh saat dia melemparkan jaket yang sudah dibubuhi tanda tangannya itu ke arah lautan penonton.

“Sudah saya kasih tanda tangan jangan dijual ya, nanti yang dapat hompimpa,” katanya sambil bercanda.

Tak hanya Denny yang memberikan kenang-kenangan kepada penonton Pekan Raya. Banyak penggemarnya yang memberikan kado kepada Denny.

Kebanyakan kado malah sengaja dikhususkan untuk Cunda. Penggemar loyal Denny Caknan rupanya memang tak hanya mengidolakan dirinya sebagai penyanyi. Bahkan, juga mengasihi keluarga kecilnya itu.

“Cundamani maneh, kabeh-kabeh gawe Cunda. Aku ra oleh ta (Cundamani lagi, semua untuk Cunda. Aku tidak dapat tha??” ujarnya bergurau.

Meski puluhan ribu penonton hadir, Pekan Raya tetap berjalan tertib. Awalnya pihak keamanan sempat kewalahan menghalau penonton yang memaksa berada di sekitar backstage demi melihat sang artis lebih dekat. Namun tak ada kegaduhan. (ran/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tcw #denny caknan #kartonyono #taman candra wilwaktika #Pandaan #ambyar #Pekan Raya Pasuruan