PANDAAN, Radar Bromo - Selain pasar wisata, Pemkab Pasuruan juga melakukan penataan ulang lahan parkir Wisata Cheng Hoo, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan. Penataan dilakukan agar lebih efektif dan efisien.
“Penataan parkir Wisata Cheng Hoo, sesuai petunjuk Bupati. Biar lebih efektif, efesien, dan tertata maksimal," ujar Kabid Prasarana Dishub Kabupaten Pasuruan Ahmad Khoirun.
Salah satu penataannya adalah kini juru parkir dijadikan satu manajemen. Sebelumnya, terpisah antara pakir motor dengan mobil dan bus. Kebijakan ini diterapkan sejak Kamis (18/9).
“Biar sama-sama tanggung jawab. Tidak terkotak-kotak. Lebih maksimal, itu saja,” ujarnya.
Selama ini jumlah juru parkir (jukir) di Pasar Wisata Cheng Hoo tercatat ada 17 orang. Termasuk seorang koordinator.
Masing-masing mereka setiap bulan mendapatkan jasa pelayanan parkir 40 persen dari jumlah setoran.
Selain masalah manajemen, titik parkir kendaraan juga ada sedikit pergeseran.
Parkir motor yang sebelumnya berlokasi di sisi kanan dan kiri pintu selatan akses masuk Pasar Wisata Cheng Hoo, kini dipindah ke sepanjang sisi sebelah kiri saja sampai ke timur.
Sedangkan, untuk mobil pribadi dan minibus, masih tetap di tengah. Sedangkan bus, ditempatkan di sisi timur Gedung Dekopinda dan sebelah barat Masjid Muhammad Cheng Hoo.
Kemudian, akses masuk dan keluar kendaraan juga masih tetap. Masuknya dari sisi gapura sebelah utara dan keluarnya dari sisi selatan gapura.
“Tarif parkir masih tetap. Sesuai Perda 3/2023. Motor Rp 2.000, mobil pribadi Rp 3.000, minibus Rp 10.000, dan bus Rp 15.000," jelas Ahmad Khoirun.
Karena Parkir Wisata Cheng Hoo ini merupakan parkir khusus, pengunjung yang memarkir kendaraannya di lokasi ini wajib membayar sesuai ketentuan.
Perolehan retribusi parkir ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Pasuruan.
Sepanjang 2024, realisasi retribusi dari area parkir ini mencapai Rp 57.640.000. Tahun ini sampai akhir Agustus 2025, sudah mencapai Rp 42.000.000.
“Kalau posisi ramai, terkait penataan kendaraan parkir ada perubahan. Menyesuaikan sekaligus untuk minimalisasi kemacetan,” ujarnya. (zal/rud)
Editor : Ronald Fernando