PANDAAN, Radar Bromo–Police line di Blok H dan N, kawasan yang terbakar di dalam Pasar Pandaan, Kabupaten Pasuruan, sudah dilepas.
Kerja bakti membersihkan material sisa kebakaran langsung dilakukan, sebagai langkah awal membangun lapak semipermanen untuk pedagang.
Selama dua hari, Selasa dan Rabu (9-10/9), kerja bakti dilakukan petugas Pasar Pandaan bersama para pedagang yang terdampak kebakaran.
Semua material sisa kebakaran dibersihkan secara manual. Lalu diangkut pikap dan truk kontainer sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.
"Police line dilepas hari Selasa (9/9) atau sehari setelah olah TKP oleh tim labfor. Begitu dilepas, kami langsung membersihkan material sisa kebakaran dengan kerja bakti," kata Pengelola Pasar Pandaan Sugiman Budi Santoso.
Total ada 112 pedagang terdampak kebakaran. Mereka ini berjualan di 11 bangunan permanen, 40 bangunan semipermanen, dan 61 los.
"Setelah pembersihan selesai, langsung dibangun lapak sementara hasil swadaya pedagang pasar," tuturnya.
Pembangunan lapak sementara dilakukan agar pedagang bisa berjualan kembali. Sambil menunggu pembangunan lapak dari pemkab.
Koordinator pedagang terdampak kebakaran M. Novianto, 26, menjelaskan, kerja bakti dan pembangunan lapak secara swadaya merupakan inisiatif pedagang sendiri.
Namun, mereka selama ini sudah koordinasi dengan pengelola Pasar Pandaan dan Disperindag Kabupaten Pasuruan.
"Pembersihan memang harus segera dilakukan agar kami bisa segera berjualan lagi di lokasi yang sama. Tidak perlu pindah,” jelas pedagang sayur itu.
Sementara itu, pembangunan lapak semipermanen oleh Pemkab Pasuruan diperkirakan butuh anggaran Rp 600 juta.
Pembangunannya akan dilakukan Bidang Cipta Karya, Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan.
"Pembangunan lapak sementara butuh anggaran cukup besar. Sekitar Rp 500 juta sampai Rp 600 juta. Baik itu pembangunan di lokasi semula ataupun kalau relokasi,” terang Kabid Cipta Karya Hario Hartoko.
Rencananya, lapak semipermanen ini akan dibangun dengan bahan utama kayu dan beratapkan seng. Namun, belum jelas kapan lapak itu akan dibangun.
"Melihat besaran anggarannya, harusnya melalui proses lelang. Namun, waktunya kapan, kami belum tahu. Termasuk, apakah nanti akan menggunakan anggaran BTT atau pos anggaran lain, kami juga tidak tahu," jelasnya. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi